News

Tiga Tokoh Aceh Berpendapat: Edi Obama Cs Diminta Terima Tantangan Nova, Sangat Tidak Tepat Duduki Rumdis

1878
×

Tiga Tokoh Aceh Berpendapat: Edi Obama Cs Diminta Terima Tantangan Nova, Sangat Tidak Tepat Duduki Rumdis

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Dek Gam memakai masker biru dan anggota DPRA H Ihsanuddin MZ masker hitam di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Kamis (16/4/2020) FOTO/ TEUKU AZHARI

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Terkait dengan aksi yang dilakukan oleh Edi Obama Cs yang ingin bertemu Nova Iriansyah, namun niat Obama tersebut tidak bisa diwujudkan. Bahkan mereka menduduki Rumah Dinas (Rumdis) Wakil Gubernur Aceh yang ditempati Nova Iriansyah yang juga Plt Gubernur Aceh di kawasan Blang Padang, Banda Aceh beberapa waktu yang lalu. Edi Obama ingin bertemu Nova namun di sisi satu pihak Nova yang nota bene Plt Gubernur Aceh tidak mau bertemu pihak Edi Obama.

 

Terkait hal tersebut, tiga tokoh Aceh kepada Media Pos Aceh, Kamis (16/4/2020 yakni Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng IPU, anggota Komisi III DPR RI H Nazaruddin (Dek Gam) dan Anggota DPRA H Ihsanuddin MZ SE MM menanggapi beragam terkait aksi yang di lakukan oleh Edi Obama Cs terhadap Nova Iriansyah.

 

Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal mengatakan bahwa, alangkah sangat bijak apabila Nova Iriansyah bersedia bertemu dengan mereka (Edi Obama Cs), namun karena sesuatu hal yang tidak di ketahui, Nova urung bertemu dengan pihak Edi Obama. “Pendapat saya, ketemu aja, bicara dan dapatkan solusi, ini kan masalah kecil, tak perlu di besar besarkan, malu kita,” kata Prof Samsul Rizal.

 

Sementara itu Dek Gam sapaan akrab H Nazaruddin dengan tegas meminta pihak Edi Obama untuk membawa masalah tersebut ke pengadilan. Apalagi Nova sudah menantang, agar persoalan utang piutang saat pilkada lalu dapat diselesaikan lewat jalur hukum.

 

Terkait menduduki Rumdis Wagub, Dek Gam menilai, hal tersebut tidak tepat. “Plt kan sudah menantang, agar persoalan itu di bawa ke pengadilan, saya rasa Edi Obama terima saja tantangan itu, siapa yang benar dan salah biar pengadilan yang memutuskannya, namun kalau untuk menduduki Rumdis, itu kurang tepat, apalagi sekarang kita sedang fokus dengan persoalan wabah Corona, Kalau Pak Nova nya tak mau bertemu, ya terima saja tantangan nya ke pengadilan,” kata Anggota DPR RI dari PAN ini.

 

Tidak berbeda dengan Dek Gam, Anggota DPRA H Ihsanudin MZ meminta kedua pihak untuk terlebih dahulu mengajak tokoh tokoh yang dituakan untuk mencari solusi terkait utang piutang pilkada lalu.

 

Mantan Ketua KNPI Aceh ini menyarankan agar utamakan musyawarah, kalau musyawarah juga tidak ditemukan satu kesepakatan, jalur pengadilan solusi terakhir. “Sebaiknya gunakan dulu jalur musyawarah untuk mufakat, kalau tidak berhasil, mau tak mau ya pengadilan lah solusinya,” pungkas Ihsanudin, politisi PPP.

 

Sebegaimana diberitakan sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan aksi Edi Saputra (Edi Obama) dan Syaiful Bahri (Tiyong) Cs sudah anarkis dalam situasi Covid-19 ini.

“Dalam situasi Covid-19 ini tindakan Obama Cs sudah anarkis,” tegas Nova Iriansyah, dalam siaran persnya yang diterima Posaceh.com, Selasa (14/4/2020). Nova juga menyesalkan Edi Cs menduduki rumah dinas Wakil Gubernur Aceh di Blang Padang pada Senin (13/4/2020) malam

 

Plt Gubernur Aceh itu menjelaskan, masalah hutang-piutang yang diarahkan Edi Obama pada dirinya, Nova menyebut tidak ada sangku-paut dengan dirinya. “Saya tegaskan bahwa saya tidak ada sangkut paut dengan hutang piutang seperti dituduhkan. Tidak benar saya ada berhutang. Silakan gugat saja ke pengadilan,” kata Nova Iriansyah.(T Azhari)