Nasional

Bus Aceh Kembali Dilempari Batu di Sumut

24
×

Bus Aceh Kembali Dilempari Batu di Sumut

Sebarkan artikel ini
Kondisi bus asal Aceh usai dilempar batu saat melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (7/6/2026). FOTO/ SPS ACEH

*Balita Nyaris Jadi Korban

posaceh.com, Medan – Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan asal Aceh kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara. Kali ini, satu unit bus berpelat BL 7917 AA yang melayani rute Medan–Pekanbaru menjadi sasaran orang tak dikenal sekitar pukul 02.00 WIB saat melintas di kawasan Simpang Marbau, Kampung Pajak, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (7/6/2026).

Lemparan batu tersebut menghantam kaca samping kanan bus hingga pecah dan rontok seluruhnya. Insiden itu menimbulkan kepanikan di dalam bus karena bagian yang terkena lemparan berada tepat di samping kursi yang ditempati seorang perempuan bersama balita. Beruntung, keduanya selamat dan tidak mengalami luka.

Bus tersebut mengangkut puluhan penumpang, termasuk rombongan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh yang sedang dalam perjalanan menuju Pekanbaru untuk menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun SPS ke-80 yang berlangsung pada Senin 8 Juni 2026 esok.

Kernet bus, Kevin mengatakan, peristiwa itu terjadi saat kendaraan melintas di kawasan Simpang Marbau. Setelah memastikan seluruh penumpang dalam kondisi aman, awak bus segera melakukan penanganan darurat agar perjalanan dapat dilanjutkan.

Akibat kaca yang pecah total, bagian jendela yang rusak ditutup menggunakan terpal biru dan direkatkan dengan lakban. Kondisi tersebut membuat kenyamanan dan keamanan perjalanan berkurang karena angin dari luar terus masuk ke dalam kabin bus yang merupakan armada berpendingin udara.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus pelemparan batu terhadap kendaraan asal Aceh di sejumlah ruas jalan Sumatera Utara. Sebelumnya, beberapa kendaraan travel, mobil pribadi, hingga bus yang membawa rombongan Persiraja Banda Aceh juga dilaporkan mengalami kejadian serupa.

Salah seorang penumpang mengaku resah karena aksi tersebut terus berulang dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

“Belum lama ini mobil yang saya tumpangi juga dilempari batu. Sekarang bus yang saya tumpangi mengalami hal yang sama. Ini sudah sangat meresahkan,” ujarnya.

Sementara itu, anggota rombongan SPS Aceh, Barlian Erliadi, menilai kejadian tersebut tidak dapat lagi dianggap sebagai gangguan biasa karena berpotensi mengakibatkan korban jiwa.

“Kali ini perempuan dan balita selamat. Tapi sampai kapan keberuntungan itu ada? Jika batu itu mengenai kepala penumpang, akibatnya bisa fatal. Karena itu kami meminta kepolisian bertindak serius mengungkap pelaku dan mencegah kejadian serupa terulang,” kata Barlian.

Ia juga meminta para anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh untuk ikut menyuarakan persoalan tersebut di tingkat nasional. Menurutnya, aksi pelemparan terhadap kendaraan yang membawa masyarakat Aceh sudah terlalu sering terjadi dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

“Jangan menunggu korban jiwa. Negara harus hadir memberikan rasa aman bagi setiap warga yang menggunakan jalan umum,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas pelaku maupun motif di balik aksi pelemparan tersebut. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan meningkatkan pengamanan di jalur yang kerap menjadi lokasi terjadinya aksi serupa.(Why)