Internasional

Inovatif! Saudi Sulap 211 Ton Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Jadi Ribuan Produk Bernilai

24
×

Inovatif! Saudi Sulap 211 Ton Kain Ihram Bekas Jemaah Haji Jadi Ribuan Produk Bernilai

Sebarkan artikel ini
FOTO/Saudi Press Agency (SPA)

posaceh.com, Makkah — Kain ihram yang selama ini identik dengan ibadah haji ternyata tidak selalu berakhir menjadi limbah setelah digunakan jemaah.

Melalui program Ihram Berkelanjutan, Arab Saudi berhasil mengolah ratusan ton kain ihram bekas menjadi ribuan produk baru yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Data terbaru yang disampaikan Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi menunjukkan bahwa lebih dari 5.000 produk berhasil diproduksi dari tekstil daur ulang yang berasal dari kain ihram jemaah haji selama satu tahun terakhir.

Juru Bicara Pusat Nasional Pengelolaan Limbah Arab Saudi, Sultan Al-Harthi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu implementasi nyata konsep ekonomi sirkular dalam penyelenggaraan haji, Saudi Press Agency (SPA).

Alih-alih berakhir di tempat pembuangan sampah, kain ihram yang telah digunakan jemaah dikumpulkan, diproses, dan diubah menjadi berbagai produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Dari Kain Ihram Menjadi Tas dan Selimut

Dalam pelaksanaannya, kain ihram yang terkumpul setelah musim haji tidak langsung dibuang.

Tekstil tersebut terlebih dahulu melalui proses pengumpulan, penyortiran, pembersihan, hingga sterilisasi sebelum masuk ke tahap produksi.

Setelah seluruh prosedur selesai dilakukan, kain ihram kemudian diolah menjadi berbagai produk baru seperti tas, bantal, selimut, souvenir, dan beragam produk tekstil lainnya.

Menurut Al-Harthi, seluruh proses dilakukan dengan standar kesehatan yang ketat untuk memastikan kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.
Ia menegaskan tidak ada bahan yang digunakan kembali sebelum menyelesaikan seluruh tahapan sterilisasi dan pengolahan yang dipersyaratkan.

Program ini tidak hanya menghasilkan produk baru, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah.

Pusat Nasional Pengelolaan Limbah mencatat lebih dari 211 ton tekstil berhasil dialihkan dari tempat pembuangan akhir selama musim haji.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar mengingat jutaan jemaah menggunakan kain ihram setiap tahun selama pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Pengurangan volume limbah tekstil tersebut juga berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon yang biasanya muncul dari proses pengelolaan sampah konvensional.

Selain itu, pemanfaatan kembali kain ihram membantu mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk pengangkutan dan pembuangan limbah.

Ciptakan Lapangan Kerja dan Berdayakan Masyarakat

Dampak program tidak hanya dirasakan di sektor lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi.

Data yang dipaparkan Pusat Nasional Pengelolaan Limbah menunjukkan bahwa program tersebut berhasil menciptakan 30 lapangan kerja musiman.

Selain itu, sebanyak 25 penjahit dari keluarga produktif turut diberdayakan dalam proses produksi berbagai barang hasil daur ulang.

Keterlibatan masyarakat dalam pengolahan kain ihram bekas juga membuka peluang ekonomi baru berbasis kegiatan ramah lingkungan.

Menurut Al-Harthi, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya Arab Saudi untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam sektor ekonomi berkelanjutan.

Pemerintah Arab Saudi menilai program Ihram Berkelanjutan merupakan bagian dari implementasi berbagai agenda pembangunan yang tercantum dalam Visi Saudi 2030.

Program ini disebut mendukung Program Transformasi Nasional dan Program Kualitas Hidup yang menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan kerajaan.

Selain mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik, program tersebut juga memperkuat tanggung jawab sosial, mendukung sektor nirlaba, serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi berbasis komunitas.

Kesadaran Lingkungan Terus Meningkat

Keberhasilan program juga terlihat dari meningkatnya partisipasi jemaah dalam mendonasikan kain ihram setelah menyelesaikan ibadah.

Menurut Al-Harthi, jumlah donasi kain ihram terus mengalami peningkatan dari musim ke musim, menunjukkan tumbuhnya kesadaran terhadap pentingnya daur ulang dan pengelolaan limbah.

Pusat Nasional Pengelolaan Limbah mencatat lebih dari 200.000 orang telah menerima manfaat dari berbagai kampanye edukasi dan sosialisasi yang dijalankan melalui program tersebut.

Kampanye tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi limbah, tetapi juga membangun budaya ramah lingkungan di kalangan jemaah haji dan masyarakat luas.
Keberhasilan mengolah kain ihram bekas kini mendorong Arab Saudi mengembangkan berbagai program ekonomi sirkular lainnya.

Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan adalah pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos organik guna mengurangi volume sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas masyarakat.

Model tersebut dinilai dapat menjadi contoh pengelolaan limbah modern yang tidak hanya berfokus pada pembuangan sampah, tetapi juga pada penciptaan nilai baru dari material yang sebelumnya dianggap tidak lagi memiliki manfaat.(Muh/*)