News

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, Aceh Masuk Wilayah Waspada

26
×

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat, Aceh Masuk Wilayah Waspada

Sebarkan artikel ini
Kepala BBMKG Wilayah I Provinsi Aceh Dr. Hendro Nugroho, S.T., M.Si. FOTO/RINALDI

posaceh.com, Kota Jantho — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 3–5 Juni 2026.

Dalam rilis yang diperbarui pada 3 Juni 2026 pukul 09.26 WIB, wilayah Aceh termasuk dalam kategori waspada yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, disertai kemungkinan dampak hidrometeorologi seperti genangan air, luapan sungai, hingga tanah longsor.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Provinsi Aceh Dr. Hendro Nugroho, ST MSi mengatakan bahwa masyarakat di Aceh perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat ini perlu diantisipasi bersama, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir risiko bencana,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Selain Aceh, sejumlah wilayah lain di Indonesia seperti Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga sebagian Kalimantan dan Sulawesi juga masuk dalam kategori waspada pada 3 Juni 2026.

Sementara itu, untuk kategori siaga atau hujan lebat hingga sangat lebat, BMKG mencatat wilayah Maluku Utara pada 3 Juni, kemudian meluas ke Maluku pada 4 dan 5 Juni. Adapun kategori awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem tidak terdeteksi pada periode tersebut.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah wilayah di Aceh termasuk wilayah Kepulauan Bangka Belitung, dan Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berisiko menyebabkan pohon tumbang serta gangguan aktivitas masyarakat.

Lebih lanjut, Hendro mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Jika terjadi kondisi darurat atau bencana di sekitar, masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” tambahnya.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan dan koordinasi semua pihak sangat penting untuk mengurangi risiko serta dampak dari potensi bencana hidrometeorologi selama periode cuaca ekstrem ini.(Rnld)