posaceh.com, Kutacane – Komitmen membangun generasi muda yang religius dan bebas dari pengaruh negatif kembali digaungkan melalui kegiatan Tablig Akbar yang digelar di SMP Negeri 1 Kutacane, Kamis (23/04/2026).
Mengusung tema “Membentuk Pemuda yang Mandiri, Tangguh, Cinta Al-Qur’an, dan Bebas dari Narkoba”, kegiatan ini diikuti ratusan siswa, guru, serta tamu undangan dengan penuh khidmat dan antusias.
Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz Fahri Fauzi, da’i muda asal Jakarta, menyampaikan tausiyah yang menyentuh sekaligus menggugah kesadaran generasi muda akan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
“Pemuda hari ini adalah penentu masa depan bangsa. Jika dekat dengan Al-Qur’an, insyaAllah akan kuat menghadapi berbagai godaan, termasuk narkoba,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahaya narkoba yang kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Menurutnya, benteng utama untuk melawan hal tersebut adalah keimanan yang kuat, lingkungan yang positif, serta pembinaan karakter yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara Julkifli, SPd M.Pd, para kepala SMP se-kabupaten, serta unsur pendidikan lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter menjadi prioritas bersama.
Kepala sekolah, Mukhlis SAg., M.Pd dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menyeimbangkan prestasi akademik dengan pembinaan akhlak. “Kami ingin siswa tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu menjaga diri dari hal-hal yang merusak masa depan,” ujarnya.
Suasana semakin semarak dengan lantunan shalawat dari para siswi, serta edukasi kepedulian global melalui pemaparan kondisi Palestina. Pada kesempatan tersebut, panitia juga berhasil menggalang donasi kemanusiaan yang diserahkan secara simbolis kepada penceramah untuk disalurkan.
Puncak acara diisi dengan tausiyah dan doa bersama, diiringi komitmen seluruh peserta untuk menjauhi narkoba serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah, pemerintah, dan tokoh agama dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. (Akbar)











