Wisata

Area Hutan Kota Harus Segera Dibenahi Kembali

661
×

Area Hutan Kota Harus Segera Dibenahi Kembali

Sebarkan artikel ini
Jembatan gantung sebagai pintu masuk Hutan Kota di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (3/6/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Area Hutan Kota yang dibangun pada era Wali Kota Mawardy Nurdin (alm) bersama wakilnya, lliza Sa’aduddin Djamal dengan dukungan Bank BNI Banda Aceh yang diresmikan pada 2010 lalu harus segera dibenahi kembali.

Berbagai fasilitas pendukung di dalamnya yang sebagian sudah rusak harus segera diperbaiki, sehingga akan makin memudahkan pengunjung berkeliling. Beberapa pohon yang sudah mati, seperti pohon cemara juga harus segera direhabilitasi kembali.

Sejumlah pohon tampak sudah mati di Hutan Kota di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (3/6/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

Area hijau ini yang sempat tidak terawat selama beberapa tahun seusai Illiza tidak lagi menjabat sebagai Wali Kota Banda Aceh, seperti pernah dilontarkannya dalam debat pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh pada 2024 lalu.

Illiza sempat menyayangkan Hutan Kota yang dibanggakan masyarakat Banda Aceh tidak mendapat perhatian lagi dari Pemko Banda Aceh. Namun, begitu kembali terpilih sebagai Wali Kota Banda Aceh, Illiza dipastikan akan kembali memberi perhatian lebih besar lagi.

Seusai turun dari jembatan gantung, tampak bagian yang sudah rusak di Hutan Kota di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (3/6/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

Hutan Kota ini telah menjadi paru-paru kota dan edukasi bagi generasi muda melestarikan hutan Selain tempat bersantai, sebagian masyarakat Banda Aceh juga berolahraga seperti jogging.

Apalagi, pengunjung akan merasakan udara segar dan sejuk, membawa perasaan damai seakan-akan telah meninggalkan keramaian kota dan masuk ke dunia yang tenang dengan suasana yang begitu hening dan tenteram.

Diharapkan, Wali Kota Banda Aceh Illiza kembali membangun dan memperbaiki berbagai fasilitas pendukung yang sudah dimakan usia. Hal lainnya, tidak ada pedagang yang berjualan di dalamnya.

Bagian jembatan pejalan kaki di area mangrove rusak tidak bisa dilewati lagi di Hutan Kota di Tibang, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Selasa (3/6/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

Padahal, area ini bisa dijadikan sebagai tempat untuk berkreasi bersama keluarga sambil menikmati makanan yang tersedia di dalamnya. Tetapi, semua itu tergantung dari kebijakan pemimpin kota ini, yang terus berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat melalui kelompok UMKM.

Berbagai kegiatan juga harus dapat diagendakan di Hutan Kota, sehingga pengunjung akan terus berdatangan setiap hari untuk menikmati keindahan alam tanpa gangguan apa pun, berbeda dengan hutan belantara yang masih banyak terdapat hewan buas.

Sementara itu, dua wanita paruh baya yang ditemui pada Selasa (3/6/2025) jelang siang di pintu masuk Hutan Kota mengatakan beberapa hari lalu ada petugas yang datang untuk melihat kondisi berbagai fasilitas yang sudah rusak, termasuk juga pohon yang mati.

Keduanya tidak menjelaskan lebih lanjut, dengan kembali bekerja membersihkan area Hutan Kota yang dipenuhi dedaunan pohon yang berserakan di atas lapangan bola basket dan area terbuka lainnya.(Muh)