posaceh.com, Manchester – Manchester United (MU) harus mengakui keunggulan Bournemouth seusai dihajar 3-0 tanpa balas di kandangnya sendiri, Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris pada Minggu (22/12/2024) malam. Pelatih baru MU, Ruben Amorim merasa kelelahan melihat hasil laga yang tidak menguntungkan dirinya.
Pergantian manajer dari Erik ten Hag ke pelatih Ruben Amorim, ternyata belum memberikan dampak positif yang diharapkan. Manchester United masih kesulitan menemukan performa terbaik di bawah kepemimpinan pelatih baru tersebut.
Akibatnya, tim asuhan Amorim memasuki periode akhir tahun 2024 di peringkat ke-13 klasemen sementara Liga Premier Inggris, tertinggal sembilan poin dari posisi empat besar. Terakhir kali Manchester United berada di paruh bawah klasemen atau di bawah posisi ke-10 pada akhir tahun 1989/1990.
Sejauh ini, Manchester United telah mengalami tujuh kekalahan dalam 17 pertandingan Premier League musim ini, lebih banyak dibandingkan jumlah kemenangan yang mereka raih. Secara khusus, Ruben Amorim menjadi pelatih Setan Merah pada 11 November 2024, seperti dirilis Dailysports.

Sejak saat itu, MU telah memenangkan empat pertandingan, seri satu kali, dan kalah empat kali. Laga berikutnya untuk Setan Merah dijadwalkan berlangsung melawan Wolverhampton pada Jumat (27/12/2024) dinihari WIB. Diprediksi bukan laga mudah buat Setan Merah.
Pasalnya, Wolverhampton mencatat rekor klub di Premier League dalam pertandingan melawan Leicester, Minggu (22-12-2024). Wolves menang 3-0 di King Power Stadium.
Sementara itu, karier Ruben Amorim menjadi Manajer Manchester United (MU) sangat menantang, bahkan begitu berat dan mulai memperlihatkan komentar bernada negatif. Adalah saat MU dikalahkan Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford.
Usai pertandingan, Ruben Amorim mengeluarkan kata-kata mengejutkan: “Pada momen ini, semuanya terasa begitu sulit.” Apakah ini pertanda dirinya menyerah? Yang pasti dua laga terakhir MU bermain di Old Trafford pada ajang Premier League, Setan Merah selalu menelan kekalahan, seperti dikutip Bola.com
“Tentu saja para penggemar sangat kecewa dan lelah. Anda bisa merasakannya di stadion pada babak pertama,” kata Ruben Amorim. “Pada momen kami kebobolan gol pertama. Andre Onana berpikir apa yang harus dilakukan dan mendorong pemain lain dan semua orang sangat cemas. Saya memahami hal itu, tetapi kami harus menghadapinya,” lanjutnya.
Bola mati masih menjadi momok bagi MU di laga ini. Ruben Amorim pun langsung pasang badan kepada Carlos Fernandes yang merupakan pelatih spesialis bola mati di klub untuk disalahkan. “Adalah tanggung jawab saya untuk melatih mereka, bukan Carlos,” tegas Amorim.
“Tentu saja kami ingin berkembang. Pada saat ini, semuanya jauh lebih sulit, klub seperti Manchester United kalah 3-0 di kandang, itu sangat sulit bagi semua orang,” lanjutnya.(Muh/*)











