Ekbis

Harga Rempah-Rempah di Pasar Induk Lambaro Masih Stabil

985
×

Harga Rempah-Rempah di Pasar Induk Lambaro Masih Stabil

Sebarkan artikel ini
Jazulia sedang melayani pelanggannya di Pasar Induk Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, Senin (28/10/2024). FOTO/ILHAM RAMADANI

* Hingga Pertengahan Maulid Nabi

posaceh.com, Kota Jantho – Memasuki pertengahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang biasanya berlangsung selama seratus hari di Aceh, harga rempah-rempah di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, masih terpantau stabil sejak awal bulan Maulid. Sejumlah komoditas, seperti lada hitam, lada putih, ketumbar, kunyit, dan kayu manis, berada di kisaran harga yang relatif terkendali.

Jazulia, seorang pedagang rempah-rempah di Pasar Induk Lambaro mengungkapkan, harga sebagian besar rempah yang ia jual tidak mengalami perubahan. “Dari berbagai bahan rempah-rempah hanya kemiri dan emping melinjo yang ada naik turun,” katanya, Senin (28/10/2024).

Menurut Jazulia, harga kemiri mengalami kenaikan, dari Rp 60 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram untuk kemiri utuh, dan dari Rp 55 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram untuk kemiri yang sudah terbelah.

Berbagai komoditas rempah-rempah dan kacang-kacangan yang di jual Jazulia di Pasar Induk Lambaro Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar, Senin (28/10/2024).
FOTO/ILHAM RAMADANI

Sementara itu, emping melinjo justru mengalami penurunan harga dari Rp 90 ribu per kilogram menjadi antara Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. “Kemiri yang naik, dan emping melinjo tampak menurun sedikit sedangkan yang lain masih stabil,” tambah Jazulia.

Komoditas lain, seperti ketumbar, kunyit bubuk, dan lada hitam, cenderung tetap stabil. Ketumbar dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram, kunyit bubuk Rp 60 ribu per kilogram, lada hitam Rp 80 ribu per kilogram, dan lada putih Rp 100 ribu per kilogram. Harga kayu manis juga mengalami kenaikan dari Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram, menurut keterangan pedagang lain, Riski.

Jazulia berharap pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dapat mendukung para pedagang dalam memajukan perekonomian dan mempermudah komunikasi serta silaturahmi antara pedagang dengan pemerintah.

“Harapan saya semoga pemerintah yang terpilih di Pilkada yang akan datang lebih memperhatikan masyarakatnya, baik dalam komunikasi, pembangunan ekonomi, maupun kesejahteraan masyarakat ke tingkat yang lebih maju,” tutupnya.(Ilham Ramadani)