ParlementariaPemko Banda Aceh

Zulkasmi Desak Pemerintah Aceh Ambil Langkah Konkret, Soroti Persoalan LGBT dan Ancaman HIV/AIDS

22
×

Zulkasmi Desak Pemerintah Aceh Ambil Langkah Konkret, Soroti Persoalan LGBT dan Ancaman HIV/AIDS

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi FOTO/ MARDG

posaceh.com, Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh, Zulkasmi, mendesak Pemerintah Aceh agar segera mengambil langkah konkret dalam menghadapi persoalan perilaku seksual berisiko, termasuk kekhawatiran terhadap praktik seksual sesama jenis serta meningkatnya ancaman HIV/AIDS di masyarakat.

Zulkasmi menilai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut kesehatan masyarakat, ketahanan keluarga, moral, serta masa depan generasi muda Aceh.

“Ini dosa kita semua jika kita membiarkan generasi muda kita terjerumus. Pemerintah harus hadir dan mengambil langkah nyata. Jangan hanya bergerak ketika persoalan sudah menjadi besar,” ujar Zulkasmi.

Ia mengatakan, dalam perspektif Islam, Al-Qur’an memberikan peringatan keras terhadap perilaku seksual kaum Nabi Luth AS. Dalam QS. Al-A’raf ayat 80–81, Allah SWT mengisahkan kaum Nabi Luth yang melakukan perbuatan fahisyah dan mendatangi laki-laki dengan dorongan syahwat, yang kemudian mendapat teguran dan azab dari Allah SWT.

“Bagi kita masyarakat Aceh yang menjadikan Islam sebagai landasan kehidupan, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi bagian penting dalam upaya membentengi generasi muda. Namun pendekatannya harus melalui pendidikan, pembinaan, keteladanan dan pencegahan, bukan sekadar stigma,” katanya.

Bahaya dari Perspektif Kesehatan

Zulkasmi juga menegaskan bahwa persoalan ini perlu dilihat dari sisi kesehatan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui aktivitas seksual berisiko, paparan darah yang terinfeksi, penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta dari ibu ke anak dalam kondisi tertentu.

“Yang harus kita cegah adalah perilaku berisiko yang dapat meningkatkan penularan HIV dan penyakit menular seksual. Edukasi kesehatan yang benar harus diberikan kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Menurutnya, HIV yang tidak mendapatkan pengobatan dapat berkembang menjadi AIDS dan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih mudah mengalami berbagai infeksi dan penyakit serius.

Karena itu, ia meminta pemerintah meningkatkan edukasi kesehatan reproduksi dan seksual yang sesuai dengan nilai agama, memperkuat layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV, serta memberikan pendampingan kepada kelompok yang membutuhkan tanpa diskriminasi.

“Jangan sampai anak-anak muda kita tidak mendapatkan informasi yang benar. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, sekolah, pesantren, tempat ibadah dan lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Zulkasmi meminta Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota menyusun program yang terukur untuk menekan penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga serta pembinaan karakter generasi muda.

“Ini tanggung jawab kita semua. Pemerintah, orang tua, sekolah, ulama, tenaga kesehatan dan masyarakat harus bergerak bersama. Kita ingin generasi Aceh tumbuh sehat, berakhlak, memiliki ketahanan diri dan mampu menjaga masa depannya,” pungkas Zulkasmi.(Mar)