Ekbis

Yamaha R2 Review Uji Coba di Sirkuit, Lebih Baik dari R15

20
Kurva torsi yang disajikan oleh Yamaha dalam R2 menunjukkan lonjakan pada 6.000 rpm, jadi di situlah peningkatan performa seharusnya terasa di dunia nyata. -FOTO/bikewale.com

posaceh.com, Jakarta – Yamaha R2 2027 menunjukkan performa yang lebih hidup dibandingkan Yamaha R15, model sebelumnya.

Itu terlihat saat diuji di Madras International Circuit. Terutama dari respons mesin, handling, kenyamanan, dan kelengkapan fitur.

Ketika Yamaha R2 diluncurkan beberapa pekan lalu, ada salah satu pertanyaan yang muncul. Terutama perbandingan dengan R15.

Terkait apakah motor tersebut mampu menyamai atau bahkan melampaui R15 ketika digunakan di sirkuit.

Hasil pengujian langsung di sirkuit menjawab pertanyaan tersebut. Yamaha R2 memiliki sejumlah karakter yang membuatnya menarik sebagai motor sport.

Dari sisi mesin, R2 terasa lebih hidup dibandingkan R15. Hampir di seluruh rentang putaran mesin.

Mulai dari putaran bawah hingga mendekati batas atas, tarikan yang diberikan R2 terasa lebih kuat.

Kurva torsi yang ditampilkan Yamaha menunjukkan adanya lonjakan pada 6.000 rpm. Kondisi tersebut menjadi titik ketika peningkatan performa seharusnya terasa dalam penggunaan nyata.

Lonjakan tersebut juga disertai perubahan suara intake. Menurut Yamaha dilansir Bike Wale, perubahan tersebut membuat karakter suara mesin terdengar lebih sporty.

Namun, dari sisi kehalusan mesin, R2 belum sepenuhnya bebas dari getaran. Getaran masih dapat dirasakan ketika motor digunakan di sirkuit.

Dalam sesi pengujian selama 20 menit, pengendara uji merasakan sensasi kesemutan pada tangan. Terjadi setelah sesi berakhir.

Namun, karakter tersebut masih dapat berbeda ketika motor digunakan dalam kondisi jalan raya sehari-hari.

Untuk handling, Yamaha R2 menunjukkan kemampuan yang sebanding dengan R15. Motor merespons input pengendara dengan cepat.

Baik ketika melewati tikungan yang lebih sempit maupun tikungan panjang dengan karakter sweeping.
Koreksi arah ketika berada di tengah tikungan juga terasa mudah dilakukan. Karakter tersebut membuat R2 relatif mudah dikendalikan. Terutama ketika pengendara perlu menyesuaikan jalur di tengah tikungan.

Sementara itu, satu catatan muncul saat digunakan berkendara di sirkuit. Yakni sistem pengereman. Daya cengkeram awal rem dinilai belum cukup kuat untuk kebutuhan track riding.

Feel dan progresivitas pengereman sebenarnya terasa baik. Namun, bite atau gigitan awal rem terasa sedikit terlalu lembut.

Catatan tersebut membuat R2 belum sepenuhnya memberikan rasa percaya diri ketika digunakan secara agresif di sirkuit.
Menariknya, Yamaha R2 justru terasa lebih nyaman dan tidak se-sporty R15 dalam hal posisi berkendara.

Ergonomi jok dibuat lebih rileks. Menyediakan ruang yang cukup bagi pengendara untuk mengubah posisi.

Ruang tersebut juga membantu pengendara ketika ingin mengambil posisi tubuh saat melakukan tikungan.

Dengan demikian, karakter R2 tidak hanya berorientasi pada performa. Tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan.

Sebagai sebuah paket, R2 juga menawarkan sejumlah perlengkapan yang lebih lengkap. Beberapa di antaranya adalah tuas yang dapat disetel, sistem keyless start, serta garpu depan dengan pengaturan preload.

Fitur lain yang turut disematkan adalah quick shifter dua arah, traction control, kemudian riding modes.

Berbagai fitur tersebut menambah kemampuan R2. Sekaligus memberikan pilihan pengaturan sesuai kebutuhan pengendara.

Secara keseluruhan, Yamaha R2 menunjukkan karakter yang lebih bertenaga dibandingkan produk R15.

Terutama pada rentang putaran mesin, handling yang responsif, ergonomi lebih rileks, serta fitur yang lebih lengkap.

Namun, performa pengereman dan getaran masih menjadi bagian yang perlu diperhatikan. Khususnya saat digunakan di sirkuit.(Muh/*)

Exit mobile version