posaceh.com, Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh menggelar Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 yang diikuti 759 peserta dari madrasah dan sekolah di seluruh Aceh.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5- 6 Oktober 2026, tersebut dipusatkan di tujuh lokasi , dengan pembukaan di MAN 1 Banda Aceh, Senin (5/10/2026). Kegiatan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari, MSi, dan turut dihadiri sejumlah Kepala Kantor Kemenag serta Kasi Pendidikan Madrasah/Pendidikan Islam kabupaten/kota se-Aceh.
Dalam sambutannya, Azhari mengatakan OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui OMI, yakni penguatan karakter dan integritas, integrasi nilai keislaman dengan sains melalui ekoteologi, pembinaan bibit unggul, serta peningkatan mutu madrasah secara berkelanjutan.
“OMI bukan sekadar ajang berburu angka atau piala, tetapi ruang tempaan karakter untuk menanamkan kejujuran, berpikir kritis, kolaborasi, dan sportivitas. Apa gunanya kecerdasan tanpa kejujuran? Madrasah harus menjadi teladan bahwa piala tertinggi adalah integritas,” ujar Azhari.
Ia menambahkan, penguasaan sains dan teknologi perlu berjalan seiring dengan nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui semangat ekoteologi, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan ilmu pengetahuan untuk menjaga kelestarian alam.
“Selanjutnya kita ingin mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan penguasaan sains dan teknologi. Kita ingin melahirkan saintis Muslim yang mampu berinovasi, tetapi tetap berpijak pada nilai Al-Qur’an dan Hadis serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” katanya.
Menurut Azhari, 759 peserta yang mengikuti OMI tingkat provinsi merupakan talenta-talenta yang perlu dibina secara berkelanjutan. Kompetisi tersebut diharapkan mampu menemukan bibit unggul Aceh yang nantinya dapat berprestasi pada tingkat nasional hingga internasional.
Sementara itu, Ketua Panitia OMI Tingkat Provinsi Aceh 2026 yang juga Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, H Khairul Azhar, S.Ag., M.Si., mengatakan 759 peserta terdiri atas 654 siswa madrasah dan 105 peserta dari sekolah.
“Kompetisi ini mencakup berbagai mata pelajaran terintegrasi pada jenjang MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA. Untuk MA/SMA meliputi Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi Terintegrasi. MTs/SMP meliputi Matematika, IPA dan IPS Terintegrasi, sedangkan MI/SD melombakan Matematika dan IPAS Terintegrasi,” jelas Khairul.
Ia menyebutkan, pelaksanaan OMI tingkat provinsi tahun ini dibagi dalam tujuh titik lokasi, yakni Banda Aceh, Subulussalam, Langsa, Lhokseumawe, Aceh Barat Daya, Aceh Tengah dan Simeulue. Pembagian lokasi tersebut dilakukan untuk memudahkan peserta dari berbagai daerah mengikuti kompetisi.
Hasil seleksi tingkat provinsi atau peserta yang lolos ke tingkat nasional akan diumumkan pada 10 Oktober 2026 melalui laman resmi OMI Kementerian Agama. Selanjutnya, OMI Tingkat Nasional dijadwalkan berlangsung pada 8-12 November 2026 di DKI Jakarta.
Khairul menambahkan, Aceh akan mengirimkan 11 juara terbaik dari masing-masing mata pelajaran ke tingkat nasional. Ia optimistis prestasi Aceh dapat kembali dipertahankan dan ditingkatkan setelah pada OMI Nasional 2025, Aceh berhasil meraih 11 medali, terdiri dari dua emas, tiga perak, dan enam perunggu. (Zal)
