posaceh.com, Beirut – Ribuan warga Israel di Kota Kiryat Shmona, dekat perbatasan Lebanin diminta segera meninggalkan kota setelah serangan mematikan Hizbullah
Seorang juru bicara Kotamadya Kiryat Shmona, Rabu (9/10/2024) mengatakan pihak berwenang meminta penduduk kota untuk pergi setelah serangan roket Hizbullah.
Serangan sekitar 180 roket Hizbullah, Israel mengklaim hanya dua warganya yang tewas. “Kami selalu takut akan hal ini,” kata juru bicara tersebut kepada Radio Tentara Israel.
“Saat ini kami memiliki 2.000 orang di Kiryat Shmona dan 2.000 orang terlalu banyak, sehingga kami meminta mereka meninggalkan kota secepatnya,” ujarnya.
Hizbullah mempertahankan struktur militernya dan tidak kehilangan rantai komandonya meskipun ada serangkaian serangan mematikan Israel terhadap kelompok tersebut, kata Moskow.
“Menurut penilaian kami, Hizbullah, termasuk sayap militernya, belum kehilangan rantai komandonya dan menunjukkan keorganisasiannya,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Maria Zakharova kepada wartawan, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Israel telah memperluas serangan di Lebanon selatan dan menggempur pinggiran selatan Beirut selama berminggu-minggu.
Israel menargetkan Hizbullah, yang dibentuk dengan bantuan Korps Garda Revolusi Islam Iran pada awal tahun 1980-an untuk memerangi Israel.
Sementara itu, Mossad diyakini berada di balik serangan massal bulan lalu yang meledakkan ratusan pager milik kelompok Hizbullah Lebanon.(Muh/*)
