Internasional

Pesawat Air France Masih Bernasib Baik, Tak Terkena Rudal Iran ke Israel di Udara Irak

854
Pesawat penumpang Air France.

posaceh.com, Paris – Nasib baik masih memberi kesempatan hidup seratusan penumpang pesawat Air France yang terbang dari Paris menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Saat terbang di udara Irak, puluhan rudal Iran sedang menuju Israel.

Air France langsung membuka penyelidikan mengenai bagaimana sebuah jet yang terbang dari Paris ke Dubai melewati Irak. Pihak Maskapai Air France, Rabu (91/0/2024) mengatakan saat itu, rudal Iran yang ditembakkan ke Israel melintasi wilayah udara yang sama.

Iran meluncurkan lusinan rudal ke Israel pada 1 Oktober 2024 sebagai respons terhadap pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan pemimpin lainnya di Lebanon. Rudal tersebut harus melewati wilayah udara Irak untuk mencapai Israel.

“Penerbangan Air France AF662 sedang terbang di atas Irak ketika serangan Iran dimulai sekitar pukul 16.45. dan meninggalkan wilayah udara Irak sesaat sebelum jam 17.00 sore waktu setempat. “Wilayah udara Irak belum ditutup secara resmi oleh otoritas setempat hingga pukul 17/56,” tambahnya.

“Berkat informasi yang kami kumpulkan, kami dapat mengidentifikasi serangan yang akan datang terhadap Israel oleh Iran, yang melibatkan peluncuran rudal balistik,” kata Air France.

Rute penerbangan pesawat penumpang Air France dari Paris menuju Dubai saat berada di udara Irak yang dipenuhi rudal Iran menuju Israel pada 1 Oktober 2024.

Akibatnya, dan tanpa menunggu instruksi dari pihak berwenang Irak, Air France memutuskan untuk menangguhkan penerbangan melintasi wilayah udara negara tersebut dengan pesawatnya mulai pukul 5 sore.,” tambahnya.

Maskapai tersebut mengatakan bahwa jet-jetnya sudah menghindari wilayah udara Israel, Lebanon dan Iran, Dikatakan, pesawat dengan nomor penerbangan AF662 terbang melalui koridor khusus yang digunakan oleh semua maskapai penerbangan.

Beberapa jam sebelum serangan tersebut, Gedung Putih mengatakan pihaknya mendapat indikasi bahwa Iran sedang bersiap untuk segera melancarkan serangan rudal balistik terhadap Israel.

Air France menekankan sejumlah penerbangan lainnya telah dialihkan untuk menghindari wilayah tersebut pada malam serangan tersebut.

“Air France terus-menerus memantau perkembangan geopolitik di wilayah yang dilayani dan dilintasinya, untuk memastikan tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan tertinggi,” katanya, seraya menambahkan keselamatan pelanggan dan awaknya adalah prioritas utama.

Saluran televisi Prancis LCI, yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut, mengatakan pilot Air France melihat rudal di langit dari kokpit. Pengawas lalu lintas udara Irak langsug mendoakan semoga beruntung bagi pilot dan penumpangnya.

Ketika ditanya CNN, juru bicara Air France tidak mengkonfirmasi pilot melihat rudal terbang melewatinya. Insiden ini terjadi ketika konflik di Timur Tengah semakin meningkat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah memperingatkan rakyat Lebanon mereka akan terjerumus ke dalam jurang perang yang panjang ketika negaranya meningkatkan serangann terhadap Hizbullah, yang terus menembakkan roket ke Israel utara.

Kabinet Israel juga mempertimbangkan bagaimana menanggapi serangan Iran pada 1 Oktober 2024, setelah berjanji Teheran akan membayar untuk melancarkan serangan terbesarnya terhadap Israel.

Sementara itu, serangan Israel di Gaza terus berlanjut. Warga Palestina yang melarikan diri dari lokasi operasi militer baru Israel di utara Jalur Gaza ditembak ketika mereka mengungsi, menurut penduduk di sana dan rekaman yang dibagikan kepada CNN.(Muh/*)

Exit mobile version