posaceh.com, Banda Aceh – Usai pengukuhan pengurus Himpunan Wanita Karya (HWK) Provinsi Aceh yang kembali dipercayakan kepada Hj Nurlelawati SAg MSi, seluruh pengurus dan rombongan yang dipimpin langsung ketua umum DPP HWK Ir Dany Soedarsono menuju ke Krueng Raya Aceh Besar untuk melaksanakan ziarah ke makam Pahlawan Perempuan Aceh yang gagah berani melawan penjajah yaitu Laksamana Keumalahayati.

Ada sekitar 106 anak tangga yang harus di lalui untuk menuju ke makam pahlawan tersebut, meskipun terlihat melelahkan, namun semangat Keumala Hayati tak menyurutkan langkah mereka untuk menuju ke perbukitan dimana laksamana Keumalahayati di kebumikan.
“Alhamdulillah, kami dapat berkunjung ke makam pahlawan wanita terhebat di dunia, yang bisa berperang di laut, kami sebagai kumpulan perempuan Indonesia sangat bangga dengan keberanian beliau dan ini menjadi spirit bagi HWK,” terang Ketua Umum DPP HWK Ir Dany Soedarsono, Minggu (16/1) 2022).
Dany Soedarsono menambahkan, dengan nilai nilai dan semangat dari Laksamana Keumala Hayati, akan menjadi semangat pula bagi pihaknya untuk membela kaum perempuan.
“Semangat perjuangan itu juga menjadi landasan bagi kami pengurus HWK untuk membela kaum hawa,” tegasnya.
Menurutnya, Laksamana Keumalahayati menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia sebagai pemimpin, Keumala Hayati menjadi Laksamana yang tangguh dilautan.
“Malahayati merupakan perempuan yang tangguh dan sosok inspiratif bagi perempuan, perempuan bisa menjadi pemimpin, perempuan juga layak diperhitungkan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua HWK Provinsi Aceh Hj Nurlelawati SAg, mengatakan, ini menjadi modal bagi seluruh anak anak cucu Aceh kedepannya, terutama kaum perempuan, dimana seorang perempuan Aceh begitu berani memimpin para janda untuk melawan penjajah.
“Ini menjadi modal besar bagi orang Aceh, perempuan Aceh merupakan perempuan tangguh, banyak tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bagi Indonesia, sebut saja, Cut Nyak Dhien, Keumalahayati dan juga Teungku Fakinah, ketiganya perempuan Aceh yang gagah berani,” pungkasnya. (Teuku Azhari)











