
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini, 2 Mei 2021 menjadi momentum bagi Provinsi Aceh untuk tetap fokus berupaya terus meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, meski masih dalam bayang-bayang pandemi corona virus desease 2019 (Covid-19).
Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan dalam menaikkan mutu dan kualitas pendidikan terus fokus meningkat kemampuan guru dan tingkat kelulusan siswa.
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, menyebutkan, Pemerintah Aceh konsen terhadap pemerataan mutu pendidikan di setiap jenjang pendidikan di seluruh Aceh.
Nova menjelaskan, kewenangan pengelolaan jenjang pendidikan di Aceh dibagi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Untuk jenjang SD dan SMP pengelolaannya berada di bawah kewenangan Pemerintah kabupaten/kota. Sementara jenjang SMA sederajat kewenangannya berada di bawah pemerintah provinsi.
“Oleh sebab itu, kami terus membangun koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dalam rangka mewujudkan seluruh jenjang pendidikan dan seluruh sekolah di Aceh agar memiliki kualitas yang baik dan merata,” ujar Nova ketika
menerima kunjungan Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Wahyuningsih, di Meuligoe Gubernur Aceh,
Gubernur Aceh, mengatakan, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan fokus pada tiga target keberhasilan utama, yaitu mengukur tingkat keberhasilan dengan jumlah lulusan SMA yang diterima di perguruan tinggi. Jumlah kelulusan SMK yang diterima di dunia kerja, seperti di industri dan berwiraswasta. Sekolah Luar Biasa (SLB), mengukur dengan tingkat kemandirian lulusan, lanjutnya
Selain itu mengajak semua organisasi guru seperti PGRI, IGI, JSDI, dan Kobar GB untuk saling bahu membahu meningkatkan kemapuan guru dalam penguasaan Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung pembelajaran dalam masa Covid-19.
“Aceh Carong tetap menjadi misi kita dan kita fokus. saat ini, kondisi pendidikan kita sudah semakin baik, dan hal itu dapat dilihat dari dua variabel pendidikan dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah secara tertulis kepada wartawan sehubungan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2021.
Selain itu, sebutnya, tingkat kelulusan siswa Aceh di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dari jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 15.290 berhasil lulus sebanyak 5.626 atau 37,80 persen. “Sehingga kita bisa berada di posisi lima untuk jumlah siswa yang lulus di Perguruan Tinggi Negeri tahun 2021 (data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi/LTMPT).
“Kita masih mengejar beberapa program unggulan lainnya terutama yang berfokus pada peningkatan mutu dan kualitas guru serta ketersediaan saran,” ujarnya.
Pandemi Covid-19 masih terus melanda ini, kegiatan pendidikan dalam proses belajar mengajar (PBM) harus disesuaikan dengan memaksimalkan pembelajaran secara virtual, meoptimalkan pustaka digital, pelatihan secara daring dengan tetap berpedoman pada standar mutu yang telah ditetapkan.
Dukungan untuk Tingkatkan Kualitas
Terkait dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nova Iriansyah menyebutkan, ada beberapa bentuk dukungan yang dibutuhkan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.
Dukungan itu antara lain, kata Nova, terutama bagi kepala sekolah untuk dapat memperoleh sertifikat CAKEP (Calon Kepala Sekolah) melalui LP2KS (Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepala Sekolah) Solo.Dukungan Program Profesi Guru (PPG) bagi guru yang belum memiliki Sertifikat Pendidik.
Berikutnya, kata gubernur, dukungan Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak yang terdistribusi merata di semua daerah. Dukungan DAK Fisik dan Non Fisik dengan memperhatikan kebutuhan real sekolah. Dukungan untuk penyedian guru produktif melalui P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) serta dukungan sekolah-sekolah boarding yang bermutu di semua kabupaten/kota
Program Merdeka Belajar jadi Solusi
“Serentak Bergerak, Mewujudkan Merdeka Belajar.” menjadi tema memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2021 dan menjadi mementum meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM mengharapkan agar program Merdeka Belajar yang dicetus Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI dapat menjadi solusi dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan Aceh.
Karena itu kata Alhudri, Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim menjelaskan ada empat fokus pemerintah dalam mewujudkan program Merdeka Belajar. Pertama perbaikan infrastruktur dan teknologi.
Kedua perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen.
Alhudri berharap, dengan program Merdeka Belajar ini para guru dapat menyesuaikan diri dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
“Langkah ini dimaksudkan supaya anak-anak Aceh dapat mengenyam pendidikan yang layak dari guru yang memiliki kualitas mumpuni dalam rangka menyongsong masa depan pendidikan Aceh yang lebih baik,” ujarnya.
Diakuinya, itu juga menjadi harapan Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT agar Dinas Pendidikan Aceh senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan Aceh yang lebih baik.
“Mudah-mudahan program Merdeka Belajar ini menjadi solusi dalam mewujudkan Aceh Carong dengan tingkat kualitas pendidikan yang lebih baik, karena kualitas generasi masa depan Aceh sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan saat ini,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/5/2021).

Alhudri menuturkan, Pemerintah Aceh bertekad kuat untuk mewujudkan Aceh Carong karena itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan RI sebagai upaya mewujudkan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar, termasuk dalam hal penguasaan TIK.
Dalam upaya meningkatkan kualitas Pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri juga mengajak semua guru tingkat satuan pendidikan di Aceh, agar dapat mengikuti program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pembatik) Tahun 2021.
Menurut Alhudri, dengan mengikuti kegiatan Pembatik guru-guru di Aceh dapat menunjukkan kemampuannya dalam beradaptasi menghadapi perubahan lingkungan pendidikan pada era digital seperti sekarang ini.
“Tentu dengan ini dapat lebih bersaing dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan Aceh yang lebih baik,” kata Alhudri saat memberikan sambutan pada pembukaan “Sosialisasi pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK).
Alhudri menuturkan, perubahan dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0, dimana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia, sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan paradigma pendidikan yang berfokus pada produksi pengetahuan dan inovasi pengetahuan.
Proses Belajar Mengajar di Masa Covid-19
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, menyebutkab kendala umum yang juga dihadapi oleh semua daerah adalah wabah COVID-19.
Kata Alhudri, proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka menjadi sangat terbatas, kemudian diperparah dengan kondisi dan kemampuan guru di wilayah pedalaman yang masih sangat kurang kemampuannya dalam penguasaan teknologi.
Standar Pendidikan Harus Dipenuhi
Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Pemerintah Aceh harus memperbaiki dan menerapkan delapan standar pendidikan.

Menurut saya standar pendidikan tersebut harus dipenuhi jika mengiginkan pendidikan kedepanya semakin lebih baik,” ujar mantan Kadis Pendidikan Aceh Tenggara tersebut.
Sebutnya, bertepatan momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Pemerintah Aceh harus memperbaiki delapan standar pendidikan,.
Ali Basrah Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ali Basrah kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (29/4/2021) mengatakan, untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Aceh pemerintah harus menerapkan standar pendidikan.
Menurutnya, bahwa delapan standar yang harus di perbaiki yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.
Bangkitkan Semangat Belajar
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2021, menjadi momentum untuk terus membangkitkan semangat belajar mulai dari tingkat sekolah usia dini di Provinsi Aceh.
“Sejalan dengan tema Hardiknas 2021 yaitu Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar, maka meski masih dalam situasi pandemi corona virus desease (Covid-19) pemenuhan hak belajar harus tetap direalisasikan,” ujar Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Khalifah Aceh 3, Banda Aceh, Lutvia S.Pd yang ditanya posaceh.com, Senin (17/5/2021).

Covid -19 yang terus melanda, tidak menyurutkan semangat proses belajar mengajar di semua tingkatan pendidikan selama ini, mulai sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tetap berjalan dengan berbagai metode mulai daring, home visit, hingga tatap muka yang mengikuti protokol kesehatan (Protkes).
Menurutnya, meski dalam bayang-bayang pandemi Covid-19, guru dan orang tua tidak boleh kalah dalam upaya membekali anak-anak penerus bangsa dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang memadai.
Lutvia mengatakan, TK Khalifah Aceh 3 tetap melaksanakan proses belajar mengajar di masa pandemi dengan berbagai metode. Dimulai dari metode daring, home visit hingga pembelajaran tatap muka yang berlangsung hingga saat ini tetap mengikuti Protkes dengan menggunakan masker, mencuci tangan, jaga jarak dan pembagian shift belajar.
Menurutnya, penting mengembangkan kehidupan beragama sedini mungkin, agar anak memiliki moral dan budi pekerti yang luhur serta mengembangkan kemandirian agar anak dapat melayani dirinya sendiri/mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Katanya, pendidikan anak merupakan tanggungjawab bersama antara orang tua dan sekolah. Orang tua tidak dapat sepenuhnya membebankan proses pendidikan anaknya pada sekolah.
Idealnya, proses pendidikan yang berlangsung di satuan pendidikan dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki kompetensi secara intelektual namun hendaknya juga memiliki akhlak mulia.
Sebutnya, semua pihak harus saling merangkul dan melakukan upaya sesuai kapasitas masing-masing membangkitkan semangat belajar anak-anak guna wujudkan generasi bangsa yang cerdas dan berkualitas. (pariwara).











