*Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan
posaceh.com, Banda Aceh – Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr Dicky Wirianto MAg, resmi melantik pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), di Aula STAI Nusantara Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur pimpinan kampus, Ketua Yayasan, alumni, mahasiswa, serta tamu undangan dari berbagai organisasi dan lembaga. Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan ikrar pengurus serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kepada pengurus yang baru.
Pada kesempatan itu, Dr Dicky Wirianto menegaskan bahwa pelantikan pengurus DEMA merupakan bagian penting dari proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa dalam membangun budaya akademik yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya unggul dalam intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan moral dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus DEMA untuk memperluas jaringan kerja sama dengan organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga lainnya.
“Di samping itu DEMA harus berkolaborasi juga dengan DEMA kampus lain dan lembaga lainnya,” terangnya.
Selain pelantikan pengurus mahasiswa, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan alumni sebagai upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara kampus dan para alumni.

Sementara itu, Ketua DEMA terpilih, Qadar, menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan potensi, aspirasi, dan kolaborasi mahasiswa dalam mendukung kemajuan kampus.
“Kami ingin menghadirkan organisasi yang aktif, progresif, dan mampu menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan positif bagi mahasiswa maupun masyarakat,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan seminar sosialisasi Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) yang diikuti mahasiswa, alumni, dan berbagai unsur lembaga terkait.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mengikuti seminar sosialisasi ZISWAF yang menghadirkan Ketua Baitul Mal Banda Aceh, Dr Tgk Yusuf Alqardhawi SH MH, sebagai narasumber. Seminar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat di era modern.
Dalam pemaparannya, Yusuf Alqardhawi menjelaskan pentingnya membangun kesadaran generasi muda terhadap peran ZISWAF dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis dalam menyebarluaskan edukasi dan semangat filantropi Islam di tengah kehidupan sosial.
“ZISWAF bukan hanya persoalan ibadah sosial, tetapi juga bagian dari solusi penguatan ekonomi umat dan pembangunan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mahasiswa perlu menjadi pelopor dalam membangun spirit kepedulian sosial tersebut,” katanya.
Seminar tersebut turut membahas konsep dasar ZISWAF, manajemen pengelolaan, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan ekonomi umat. Panitia pelaksana menyebutkan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi ekonomi Islam di kalangan mahasiswa sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.(Why/*)











