Internasional

Uni Eropa Susun Strategi Hadapi Krisis Energi akibat Perang Iran

36
×

Uni Eropa Susun Strategi Hadapi Krisis Energi akibat Perang Iran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pesawat. Eropa sedang menghadapi krisis bahan bakar jet.FOTO/ Hapus percikan/Ivan Shimko

posaceh.com, Uni Eropa – Uni Eropa tengah menyusun rencana untuk mengatasi risiko krisis pasokan bahan bakar jet dan memaksimalkan produksi kilang, kata para pejabat.

Menurut laporan Reuters, Kamis (16/4/2026), maskapai penerbangan Eropa telah memperingatkan risiko kekurangan bahan bakar jet dalam beberapa minggu ke depan imbas dari perang Iran.

Mulai bulan depan, Komisi Eropa akan memperkenalkan pemetaan kapasitas penyulingan produk minyak di seluruh Uni Eropa.

Mereka juga memperkenalkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa kapasitas penyulingan yang ada dimanfaatkan dan dipelihara sepenuhnya, demikian menurut draf proposal yang diperoleh Reuters. Uni Eropa juga sedang mengupayakan langkah-langkah yang menargetkan pasokan bahan bakar jet, tetapi langkah-langkah tersebut masih dalam tahap pengembangan

Sementara itu, Komisi menolak berkomentar tentang rancangan rencana tersebut, yang dijadwalkan akan diterbitkan pada 22 April 2026 mendatang.

Harga bahan bakar jet melonjak sejak penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel pada akhir Februari 2026.

Maskapai penerbangan Eropa bahkan telah memperingatkan kenaikan harga, pembatalan, dan penghentian operasional pesawat jika perang tidak segera berakhir. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan kekurangan bahan bakar jet pada bulan Juni jika hanya mampu mengganti setengah dari pasokan yang biasanya diperoleh dari Timur Tengah.

Peningkatan impor dari Afrika dan AS kemungkinan tidak akan sepenuhnya menutupi penurunan tersebut.

Pasokan bahan bakar jet juga sangat tidak merata di seluruh Eropa. Spanyol memiliki delapan kilang dan merupakan pengekspor bahan bakar jet bersih, sementara impor mencakup lebih dari 60 persen permintaan Inggris.

Maskapai penerbangan Eropa telah meminta Uni Eropa untuk meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar jet dan mempertimbangkan pembelian bersama minyak tanah.

Uni Eropa mewajibkan negara-negara anggotanya untuk mempertahankan cadangan minyak darurat selama 90 hari sebagai penyangga terhadap guncangan pasokan.(‘Muh/*)