Internasional

Presiden Korsel Minta Usut Dilepaskan di Pabrik Hanwha Aerospace

24
×

Presiden Korsel Minta Usut Dilepaskan di Pabrik Hanwha Aerospace

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Garis Polisi. FOTO/Pixabay

posaceh.com, Daejeom – mengungkap fasilitas manufaktur milik Hanwha Aerospace di Korea Selatan pada Senin (1/6/2026) menghina lima pekerja, sehingga Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung memerintahkan menyelidiki penuh atas kejadian tersebut.

Hanwha Group menyatakan telah membentuk pusat tanggap darurat dan bekerja sama dengan otoritas pemadam kebakaran, kepolisian, serta lembaga terkait lainnya.

Penyebab pasti ledakan di pabrik perusahaan di Daejeon, Korea Selatan bagian tengah, beserta tingkat kerusakan yang ditimbulkan masih dalam penyelidikan.

“Hanwha Group dan Hanwha Aerospace akan melakukan segala upaya untuk menangani dampak kecelakaan ini,” demikian pernyataan perusahaan.

Perseroan juga menyampaikan “belasungkawa terdalam” kepada para korban dan keluarga mereka serta meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

Presiden Lee telah menerima laporan mengenai kecelakaan itu dan otoritas otoritas untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia demi proses penyelamatan dan penanganan kejadian, menurut kantor kepresidenan.

Ia juga melakukan investigasi menyeluruh terkait penyebab ledakan dan meminta langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak berulang.

Kantor berita Yonhap News Agency sebelumnya melaporkan bahwa otoritas pemadam kebakaran menerima sekitar 30 panggilan darurat pada pukul 10.59 waktu setempat terkait suara ledakan keras dan kepulan asap tebal di fasilitas tersebut.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran mencurigai kejadian itu berkaitan dengan material propelan dan akan menyelidiki penyebabnya setelah api sepenuhnya dipadamkan.

Hanwha Aerospace merupakan kontraktor pemeliharaan terbesar di Korea Selatan dan tengah mempercepat produksi di dalam negeri serta memperluas fasilitas manufaktur di Eropa dan Amerika Serikat untuk memenuhi permintaan amunisi, rudal, dan sistem persenjataan lainnya.

Kecelakaan itu terjadi pada hari yang sama ketika produsen chip SK Hynix mengevakuasi sekitar 3.600 pekerja dari kompleks semikonduktor mereka di Cheongju akibat kebakaran dan kebocoran gas beracun. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan tidak ada indikasi gangguan produksi, menurut laporan Yonhap lainnya.

Insiden rangkaian tersebut diperkirakan akan kembali memicu sorotan terhadap standar keselamatan industri di sejumlah fasilitas manufaktur terbesar di Korea Selatan. Juru bicara SK Hynix belum memberikan komentar lebih lanjut.

Saham Hanwha Aerospace sempat turun hingga 4,9% ke level terendah sejak Februari setelah kejadian terjadi, sebelum memangkas penurunan dan penutupan sekitar 3%.(Muh/*)