News

Uang Saku, Baitul Asyi Sampai Istri Jadi Perbincangan JCH Aceh

767
×

Uang Saku, Baitul Asyi Sampai Istri Jadi Perbincangan JCH Aceh

Sebarkan artikel ini
Uang saku jamaah calon haji (JCH) Aceh berupa satu pecahan 500, dua pecahah 100 dan satu 50 Riyal yang diberikan di Asrama Haji Banda Aceh untuk kloter 2, Minggu (18/5/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

posaceh.com, Banda Aceh – Jamaah calon haji (JCH) Aceh kloter 2 yang berjumlah 386 orang telah memasuki Asrama Haji Banda Aceh pada Minggu (18/5/2025) jelang pagi, atau mulai sekitar 06.00 WIB.

Para JCH ini yang diangkut dengan bus dari kabupaten/kota menuju Banda Aceh pada Sabtu (17/5/2025) malam sempat singgah di sejumlah masjid untuk menunaikan shalat sambil beristirahat.

Setiba di Asrama Haji langsung mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Jelang siang, para JCH ini mulai istirahat dengan duduk di bawah pohon atau juga depan pemondokan.

Satu kelompok JCH yang duduk di bawah pohon depan pemondokan perempuan berbincang-bincang tentang uang saku yang berjumlah 750 Riyal atau sekitar Rp 3 juta lebih yang telah diterima.

Begitu juga dengan uang Baitul Asyi yang akan diterima nantinya di Arab Saudi 1.500 Riyal atau sekitar Rp 6 juta lebih. Sehingga, diperkirakan, JCH Aceh akan menerima sekitar Rp 10 juta.

Usai membahas hal tersebut, ada yang menyebut akan membeli ambal sampai 10 lembar sebagai oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Ada pula yang akan membawa pulang air Zamzam dalam jumlah banyak untuk dibagikan, juga di kampung halaman.

Kartu Baitul Asyi yang ditandatangani Gubernur Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Minggu (18/5/2025). FOTO/MUHAMMAD NUR

Namun, salah seorang JCH pria sempat kebingungan mencari istrinya yang berada di pemondokan perempuan saat makan siang. Dia mau menghubungi dengan HP, tetapi istrinya tidak ada HP, sehingga harus menunggu di depan pemondokan.

JCH asal Pidie itu terus membahas berbagai hal tentang kegiatan di Asrama Haji, seperti pembekalan pada pukul 14.30 WIB di Aula Jeddah dan juga sesuai shalat Maghrib, bakal menerima pembekalan haji lagi.

Itulah keseharian para jamaah haji Aceh selama di Asrama Haji yang telah ditetapkan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh. Suasana Asrama Haji yang tampak lengang, hanya jamaah haji dan petugas, membuat suasana semakin kondusif, semua berjalan lancar dan aman.

Satu kelompok jamaah calon haji membahas berbagai hal teentang haji di Asrama Haji Banda Aceh, Minggu (18/5/2025) siang. FOTO/MUHAMMAD NUR

Sebelumnya, dalam konferensi pers Jumat (16/5/2025), Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, mengimbau kepada masyarakat yang mengantar jamaah haji tidak memasukkan kendaraan dalam Asrama Haji, tetapi parkir di seputaran Asrama Haji.

Bahkan, pengantar juga tidak diizinkan masuk ke dalam Asrama Haji untuk menunggu anggota keluarganya yang akan terbang ke Arab Saudi.(Muh)