posaceh.com, Banda Aceh – Kegiatan coaching clinic barista muda yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh selama 3 hari telah berakhir, kegiatan itu ditutup oleh Ketua DPD KNPI Aceh, Wahyu Saputra, SE, MM di Hotel Lading, Banda Aceh, Rabu (9/11/2022).
Dalam kesempatan itu, Wahyu mengharapkan kegiatan coaching clinic barista muda memiliki dampak besar untuk meningkatkan ekonomi pemuda yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya harap dengan coacing clinic ini lahir barista muda yang nantinya dapat menjadi peningkatan ekonomi pemuda, pemuda harus tetap bangkit dan mandiri apalagi ditengah badai inflasi saat ini,” katanya.
Tidak hanya itu, Wahyu juga berharap bahwa peserta mampu meningkatkan skillnya dalam meracik kopi, karena menurutnya, barista menjadi tonggak utama keberhasilan usaha warung kopi, apalagi Banda Aceh menjadi daerah yang memiliki sebutan Kota Seribu Warung Kopi.
“Banyak sekali warung kopi di Banda Aceh, ini menjadi kesempatan besar bagi para peserta coaching clinic untuk memasuki dunia bisnis warung kopi yang menjanjikan,” ujarnya.
Wahyu juga meminta agar para peserta pelatihan tidak hanya sekedar mengikuti acara sebagai kegiatan seremoni, melainkan forum ini menjadi wadah diskusi dan berbagi tips terkait barista dan usaha coffe shop.
“Kegiatan harus ada tindak lanjutnya, tidak hanya sekedar pelatihan belaka, saya harap peserta dapat menjadikan ini sebagai wadah perkumpulan yang dapat bertukar informasi dan tips, sehingga coaching clinic ini memiliki manfaat yang berarti bagi peserta, bisa dibuatkan grup whatsapp untuk terus menjalin komunikasi,” pintanya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Musyawarah Daerah ke VI DPD KNPI Aceh yang akan berlangsung pada bulan Desember mendatang.
“Setelah ini, kita juga punya kegiatan peningkatan soft kill lainnya, yaitu coaching clinic cake dan pastri yang akan berlangsung di Pidie pada tanggal 16 hingga 19 November mendatang,” jelas Wahyu.
Diakhir sambutan wahyu menegaskan, DPD KNPI Aceh komit untuk terus memberikan peningkatan kapasitas kepada pemuda, sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita terus akan melaksanakan kegiatan seperti ini, dimana kegiatan ini memiliki dampak besar bagi pembangunan para pemuda di Aceh,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia coaching clinic barista muda, Dedy Kusnaedy, mengatakan kegiatan yang berlangsung selama 3 hari berjalan dengan baik, peserta juga sangat antusias mengikuti materi dan praktek meracik kopi yang diberikan oleh pemateri.
“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik tanpa ada kendala, peserta juga sangat antusias, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat seperti yang diharapkan oleh Ketua DPD KNPI Aceh,” ucapnya.
Dedy juga berharap, ilmu yang didapatkan dari coaching clinic ini dapat membantu para pemuda untuk terus maju dan mandiri.
“Harapannya, peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang sudah didapat, karena ini penting sebagai wujud kemandirian ekonomi bagi pemuda, meskipun kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, mudah-mudahan dengan bekal ilmu yang didapat dari kegiatan ini, pemuda tetap menjadi tonggak pembangunan bangsa,” (Muiz)
