Internasional

Tiongkok Makin Menggila di Ruang Angkasa, Sampai-Sampai AS Ketakutan

933
Gambar yang diambil di Pusat Kontrol Dirgantara Beijing pada 30 Oktober 2024 ini menunjukkan pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-19 berlabuh di port depan modul inti stasiun luar angkasa Tianhe. FOTO/AFP/XINHUA

posaceh.com, Jakarta – Negeri Tiongkok makin menggila dalam membangun kekuatan besar di ruang angkasa dalam beberapa tahun terakhir ini. Hal itu membuat negari adidaya Amerika (AS) mulai ketakutan atas keagresifan Beijing di atas planet Bumi.

Bahkan, perkembangan pesat sistem militer berbasis ruang angkasa China lebih dikhawatirkan AS dibanding senjata nuklir ruang angkasa milik Rusia.

“Cara Tiongkok memainkan kemampuan counter-space membingungkan,” kata Kepala Angkatan Luar Angkasa AS Jenderal B. Chance Saltzman, dikutip dari Politico, Kamis (711/2024).

Dia mengatakan, AS sangat khawatir saat China yang telah meluncurkan ratusan satelit sebagai bagian dari sistem penargetan yang dapat digunakan untuk membantu misi di Bumi.

Saltzman menyebut selama ini yang sering menjadi perhatian AS hanya Rusia dan pengembangan senjata nuklir ruang angkasanya.

Untuk itu Amerika Serikat, Inggris dan Australia telah menandatangani perjanjian mengembangkan radar ruang angkasa yang mampu mengawasi apa yang terjadi di orbit.

Dikatakan, telah ditemukan sekitar 35.786 kilometer di atas Bumi, wilayah ini menjadi salah satu daerah paling jauh di mana satelit beroperasi.

Menariknya, setiap pesawat ruang angkasa di orbit geosynchronous selalu melayang di atas area yang sama di Bumi dengan mencocokkan durasi orbitnya dan tingkat tempat planet kita berputar terhadap bintang-bintang.

Sistem baru yang direncanakan untuk mengawasi bagian ruang ini dikenal sebagai Deep Space Advanced Radar Capability (DARC).

Mengutip Space, DARC akan menyediakan radar 24 jam dalam keadaan segala cuaca di seluruh dunia untuk tiga negara yang membentuk kemitraan keamanan AUKUS.

Perjanjian itu dapat mempercepat kemampuan yang menyediakan mitra trilateral dengan teknologi canggih untuk mengidentifikasi ancaman yang muncul di luar angkasa, menurut pernyataan Departemen Pertahanan AS (DoD) yang diterbitkan 1 Desember tahun lalu.

Pengumuman ini menambah fokus Angkatan Luar Angkasa (Space Force) yang meningkat pada perangkat ruang angkasa, yang mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi, melacak dan mengawasi berbagai objek di orbit di sekitar Bumi.

“Ketika domain ruang angkasa berkembang dengan cepat, kita harus terus mengambil langkah-langkah yang disengaja untuk memastikan kemampuan kolektif kita untuk beroperasi dengan aman, dan negara-negara kita diposisikan secara unik untuk memberikan kemampuan itu dalam skala global,” kata Chance Saltzman.(Muh/*)

Exit mobile version