posaceh.com, Langsa – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Aceh menggelar pelatihan pemasaran online hasil produksi mangrove kelompok perempuan Kuala Maju Gampong Kuala Langsa, Sabtu (18/9/2021).
Plt Kepala Dinas DPMG Aceh Dr. Ir. Zulkifli, MSi dalam sambutannya mengatakan, program pengembangan ekonomi tidak bisa dilakukan secara parsial, namun harus dilaksanakan secara massif antara pemerintah tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota bahkan tingkat Kecamatan hingga ketingkat Desa. “Pengembangan ekonomi harus dilakukan bersama-sama, karena kesejahteraan ekonomi masyarakat menjadi tanggung jawab bersama, tidak bisa dilakukan secara parsial,” katanya.

Ia juga mengatakan, masyarakat merupakan sumber daya yang harus dijaga juga dikembangkan, apalagi perempuan yang memiliki kreatifitas dalam menghasilkan produk lokal yang mampu memberikan penghasilan bagi keluarga. “Masyarakat merupakan obyek yang harus dikembangkan, karena jika tidak dikembangkan baik secara skill maupun kreatifitas, bisa jadi masyarakat tidak mampu meciptakan kesejahteraan bagi dirinya,” ujarnya.
Menurut Zulkifli, Pemerintah daerah harus memiliki komitme dalam membangun ekonomi masyarakat, Pemerintah juga dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, apalagi jika ada sudah embrio produk yang dihasilkan, maka Pemerintah harus menjadi fasilitator agar produk tersebut dapat berkembang dan sukses. “Disinilah peran pemerintah dalam membangun ekonomi masyarakat, Pemerintah seyogya nya harus memiliki komitmen untuk membangun ekonomi masyarakat, jika sudah ada kegiatan dan benih produk untuk ditingkatkan maka dampingi dan lakukan peningkatan agar produk lokal tersebut tidak mati,” jelas Zulkifli.
Selain itu, Zulkifli juga meminta kepada Pemerintah daerah untuk bisa membuat satu aturan yang tujuan utamanya merupakan peningkatan produk lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. “Pemerintah harus menggunakan produk lokal, sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha ekonomi kecil dan menengah,” pintanya.
Pada Kesempatan tersebut, Zulkifli menyerahkan bantuan mesin kemas yang diterima oleh Keuchik Gampong Kuala Langsa disaksikan oleh Sekertaris DPMG Kota Langsa, Erniyanti SSTP MSP, juga turut hadir Komandan Pos (Danpos) Angkatan Laut Kuala Langsa, Camat dan anggota TP-PKK Kota Langsa.

Sedangkan, Keuchik Kuala Langsa Rosmadi, SKM, mengatakan, pemasaran secara online kemitraaan dengn BUMG merupakan salah satu upaya percepataan pengembaan pemasaran hasil produksi manggrove kelompok perempuan Kuala Maju Gampon Kuala Langsa. “Kegiatan ini guna mendukung kaum perempuan yang tergabung dalam kelompok Kuala Maju untuk memasarkan produk mangrove yang dihasilkan oleh mereka,” katanya.
Menurut Rosmadi, sejauh ini kelompok perempuan ini mengalami kendala terkait pemasaran, apalagi saat ini telah memasuki era digital yang segal sesuatunya dapat dilakukan secara online, maka dengan pelatihan mudah-mudahan menjawab persoalan pemasaran produk mangrove tersebut. “Pemasaran menjadi masalah utama, saat ini semua serba online, oleh karena itu, hari ini masyarakat kita bekali ilmu pemasaran secara online, agar mereka mampu memasarkan produknya,” ujar Rahmadi.
Sementara itu, Ketua TP PKK Aceh Dr Ir Dyah Erti Idawati MT yang diwakili Wakil Ketua III TP PKK Aceh Ruksana SP MSi yang juga Sekretaris DPMG Aceh mengatakan, kenapa harus perempuan pinggiran, menurutnya dalam kesehariannya kaum Perempuan di Kawasan Pinggiran Hutan disamping sebagai ibu rumah tangga mereka juga sebagai petani dengan tantangan binatang liar dan buas, jarak tempuh ke pusat pasar yang jauh dengan sarana dan prasarana transportasi yang tidak mendukung, mengakibatkan nilai jual hasil tani sangat murah, pendapatan rendah. “Nah inilah dasar kenapa kita memilih mereka untuk diberikan pelatihan, tentu memudahkan mereka untuk meningkatkan ekonomi,” kata Ruksana.
Selain itu, Ruksana juga meminta kepada aparat gampong untuk melibatkan perempuan dalam berbagai hal sebagai upaya membangun sumber daya perempuan, perempuan bukan hanya sebagai obyek saja, melainkan perempuan juga mitra dalam membangun gampong. “Saya harap pemerintah gampong bersedia melibatkan perempuan dalam mengambil kebijakan dan pembangunan, jadikan perempuan sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, 12 peserta yang mengikuti pelatihan ini dibekali format langsung mengenali ilmu sebagai outputnya peserta paham kemampuan yang ada pada dirinya, peserta pelatihan langsung dipandu oleh nara sumber yang mumpuni sekaligus sebagai pelaku usaha.
“Kita hadirkan seorang pelaku usaha seperti T Dahrul Bawadi, owner Bawadi Coffe dan Asia Mart, selain itu juga ada Mustafa Kamal Muslim, keduanya merupakan nara sumber yang memahami dunia digital, untuk hari ini pelatihan diselenggarakan di Kota Langsa dan besok akan di adakan di Tamiang,” demikinan Ruksana.(Muiz)











