News

Tingkatkan Daya Saing Usaha Kuliner, Dinas Koperasi dan UKM Aceh Gelar Pendampingan Pengusaha

211
×

Tingkatkan Daya Saing Usaha Kuliner, Dinas Koperasi dan UKM Aceh Gelar Pendampingan Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Zulkifli, SPd, MPd, foto bersama dengan peserta pendamping usaha kuliner untuk peningkatan kualitas produk yang berlangsung di SEI Hotel Banda Aceh, Rabu (26/11/2025). FOTO/DISKOP DAN UKM ACEH

posaceh.com, Banda Aceh – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Aceh menyelenggarakan kegiatan pendampingan bagi pelaku usaha kuliner sebagai upaya memperkuat daya saing sektor UMKM di daerah. Kegiatan yang berlangsung di SEI Hotel Banda Aceh, Rabu (26/11/2025) tersebut diikuti puluhan pelaku usaha mikro dan kecil dari berbagai kabupaten/kota.

Program pendampingan ini berfokus pada peningkatan kapasitas manajemen usaha, pengembangan produk, teknik pemasaran digital, serta strategi pengemasan yang sesuai standar keamanan pangan. Melalui kegiatan ini, Dinas Koperasi dan UKM Aceh berharap pelaku usaha kuliner dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar dan mampu memperluas akses pemasaran.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Zulkifli, SPd, MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sektor kuliner merupakan salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi UMKM di Aceh. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyediakan dukungan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh dan berkompetisi pada level regional maupun nasional.

Kadis Koperasi dan UKM Aceh, Zulkifli, SPd, MPd, menyampaikan sambutan saat membuka pendamping usaha kuliner untuk peningkatan kualitas produk yang berlangsung di SEI Hotel Banda Aceh, Rabu (26/11/2025). FOTO/DISKOP DAN UKM ACEH

Harapannya, pendampingan ini semakin meningkatkan kapasitas pelaku UKM, sehingga mampu memiliki daya saing yang kuat.

”Tujuannya, agar UKM ini dapat mengatasi permasalahan operasional, meningkatkan kualitas layanan, memperluas pangsa pasar, dan pada akhirnya meningkatkan profitabilitas usaha,” terang.

Menurutnya, potensi pasar untuk usaha kuliner yang cukup baik cenderung menghadapi tantangan umum yang sering dialami pelaku usaha kecil. Tantangan itu antara lain, keterbatasan dalam manajemen operasional, standarisasi produk, serta strategi pemasaran yang belum optimal.

”Situasi ini yang sering membuat usaha para pelaku usaha kecil ini tidak mampu bersaing, atau tidak dapat bertahan lama menghadapi situasi ekonomi yang sangat dinamis,” kata
Para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari para konsultan dan praktisi bisnis kuliner, termasuk sesi klinik usaha yang membahas permasalahan konkret yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan. Peserta juga diajak memahami pentingnya inovasi produk serta pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan penjualan.

Melalui program pendampingan ini, Dinas Koperasi dan UKM Aceh menargetkan terbentuknya pelaku usaha kuliner yang lebih profesional, berorientasi kualitas, serta mampu menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan karakter khas Aceh.(ADV)