News

Terpilih Aklamasi, Asnawi Zainun Pimpin MAA Aceh Besar

2662
×

Terpilih Aklamasi, Asnawi Zainun Pimpin MAA Aceh Besar

Sebarkan artikel ini
Asnawi Zainun SH,

posaceh.com, Kota Jantho – Asnawi Zainun SH terpilih kembali sebagai ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar periode 2021-2026, secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) MAA di Gedung Dekranasda, Gani Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (28/11/2020).

Dalam Muskab yang dipimpin Mukhtar Idris SH SPd MPd berjalan dengan lancar dan semua peserta yang merupakan perwakilan MAA kecamatan. Berdasarkan musyawarah dan kesepakatan seluruh peserta dan forum Muskab menginginkan Asnawi Zainun menjadi Ketua MAA untuk periode lima tahun kedepan.

Sebagaimana diketahui bahwa pada periode sebelumnya, Asnawi Zainun SH menjabat ketua antar waktu MAA Aceh Besar pada Tahun 2019, menggantikan Drs Zaini Z Alwi, karena telah meninggal dunia.

FOTO/ DOK MAA ACEH BESAR
Bupati Aceh Besar Ir. Mawardi Ali, membuka Muskab ke-III Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Besar di Gedung Dekranasda, Gani Kecamatan Ingin Jaya, Sabtu (28/11/2020).

Setelah prosesi pemilihan ketua, dilanjutkan pemilihan tim formatur yang terdiri atas, Asnawi Zainun SH, Zulkifli Zakaria, Mukhtar Idris SH SPd MPd, Drs Affandi, dan Dra Samawati. Setelah itu tim formatur yang akan menyusun pengurus lengkap nantinya.

Ketua terpilih, Asnawi Zainun SH kepada forum Muskab mengharapkan dukungan semua pihak, terutama kepada seluruh pengurus untuk sama menjalankan peran MAA sebagai pembina adat. Untuk itu, perlu dilakukan terobosan-terobosan strategis, tentunya dengan membangun sinergitas dengan pemerintah, stakeholder terkait, organisasi masyarakat, kampus, dan dunia usaha.

Muskab Dibuka Bupati

Ketua Panpel Muskab Mukhtar Idris, SH. S.Pd, M.Pd, Senin (30/11/2020) kepada media ini, menyampaikan Muskab yang dibuka Bupati Aceh Besar Ir H Mawardi Ali, dengan peserta merupakan pengurus MAA kabupaten dan Ketua-ketua MAA Kecamatan berjumlah seluruhnya 60 orang

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali dalam sambutannya menerangkan bahwa MAA itu lembaga pemerintahan yang resmi, bukan LSM atau organisasi biasa. Ini menandakan bahwa pemerintah ingin adat itu menjadi bagian dari pemerintah. Untuk bersama- sama membangun adat istiadat di daerah. “Sebagai lembaga resmi pemerintah kita ingin MAA menjadi mitra pemerintah dalam penguatan adat dan budaya,” tuturnya.

la menyebutkan, Lembaga ini hanya ada di Aceh, karena adat istiadat lah yang menjadi kan Aceh Besar bermartabat. “Ada dan syariat islam beriringan untuk menjadi kan Aceh lebih bermartabat oleh karenanya kami ingin MAA menjadi pelopor pembangunan adat dan budaya di masyarakat Aceh Besar,” kata Mawardi.

Lebih lanjut Bupati Mawardi berharap, MAA harus memberikan contoh yang baik dalam penegakan adat untuk membangun budi pekerti manusia. “Jadikan MAA ini sebagai contoh penegakkan budi pekerti yang baik. Sehingga Aceh Besar mampu memiliki generasi yang berkarakter dan memiliki budi pekerti yang baik,” pintanya.

Diakhir sambutannya, Mawardi mengatakan, MAA mampu menjadi perwakilan pemerintah untuk memperkuat dan menjaga adat istiadat yang ada di tengah masyarakat. “Jadi mari bersama-sama kita membangun dan menjaga adat dan budaya ditengah masyarakat Aceh Besar,” pungkas Bupati Aceh Besar. (MarDG/*)