InternasionalNews

Tentara Israel Biadab, Mayat di Atas Genteng Ditendang, Puluhan Orang Tewas di Gaza dan Tepi Barat

1413
×

Tentara Israel Biadab, Mayat di Atas Genteng Ditendang, Puluhan Orang Tewas di Gaza dan Tepi Barat

Sebarkan artikel ini
Petugas pertahanan sipil Palestina mengatur mayat korban serangan tentara Israel di Jalur Gaza, Kamis (19/9/2024). FOTO/ AP

posaceh.com, Ramallah – Tentara Israel tidak hanya menargetkan warga sipil yang masih hidup, tetapi juga orang yang sudah meninggal. Dalam sebuah rekaman video, terlihat tentara Israel menendang korban yang sudah meningal dunia di atas atap rumah warga.

Badan Pertahanan Sipil Gaza mengatakan sebanyak 12 warga Palestina tewas dalam dua serangan Israel di Kota Gaza. Dia juga menggambarkan tentara Israel mendorong mayat-mayat dari atap saat serangan Israel menyebabkan lima warga Palestina tewas di Qabatiya, Tepi Barat.

Para pejabat Palestina meluapkan kemarahannya setelah sebuah video memperlihatkan tentara Israel menendang mayat dari atap gedung di kota Qabatiya, Tepi Barat. Dalam sebuah posting di X, Kementerian Luar Negeri Palestina menggambarkan tindakan tersebut sebagai kejahatan dan kebrutalan tentara Israel.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zumlot, mengatakan insiden tersebut mengolok-olok klaim tentara Israel tentang pembelaan diri, seperti dilansir AP, Jumat (20/9/2024).

Sementara, serangan di Lebanon selatan digambarkan sebagai yang paling intens sejak dimulainya perang. Danau Qaraoun dipenuhi ledakan bersama kawasan Mahmoudiyah, Ksar al-Aroush, dan Birket Jabbour, semua wilayah ini terkena serangan udara Israel, termasuk wilayah barat Deir Qanoun.

Hingga saat ini, belum ada laporan kematian, tetapi ada laporan cedera. Israel disebut-sebut terutama menargetkan peluncur Hizbullah. Pada Kamis (19/9/2024) malam, Hizbullah meluncurkan tiga roket besar ke arah kota Metula di Israel.

“Kami melihat gambar kebakaran besar dan ada laporan kerusakan infrastruktur listrik serta intensitas baku tembak antara Hizbullah dan Israel di perbatasan, kata warga Lebanon. Pada malam harinya, warga Lebanon juga menerima pesan yang berisi ancaman, tetapi tidak seorang pun tahu dari mana pesan-pesan ini berasal.

Sedangkan serangan terhadap peralatan komunikasi Hizbullah menewaskan 37 orang dan melukai sekitar 3.000 orang, meningkatkan kekhawatiran bahwa perang besar-besaran akan segera terjadi. Tindakan tersebut juga menimbulkan kekacauan di seluruh Lebanon karena warga yang panik meninggalkan ponsel mereka.

Selain itu, militer Israel memanfaatkan gangguan yang ditimbulkannya di Lebanon untuk melancarkan serangan yang lebih mematikan di Jalur Gaza. Seperti dua serangan terpisah di Nuseirat yang menargetkan apartemen dan bangunan tempat tinggal.

Ini menjadi pengulangan skenario selama beberapa bulan terakhir, di mana keluarga terlantar yang mencari perlindungan diserang, bersama dengan anak-anak mereka. Warga menduga serangan di Lebanon akan meredakan situasi di Gaza, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

Dimana, ada ketakutan yang berkembang, gangguan di utara akan menyebabkan lebih banyak serangan di Jalur Gaza.(Muh/*)