posaceh.com, Banda Aceh – Pelaksanaan technical meeting dan drawing untuk sepakbola eksekutif dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Pos Aceh di ruang redaksi Media Pos Aceh, Gampong Doi, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh pada Sabtu (4/10/2025) malam berlangsung meriah dan seru.
Ketua Panitia Sepakbola HUT ke-13 Pos Aceh, Musliadi didampingi Sekretaris Syahrizal atau Yahpi menyampaikan tentang regulasi yang harus dijalankan seluruh tim, sebelum dilemparkan ke forum yang dihadiri para dedengkot sepakbola di Aceh.
Dari sejumlah regulasi yang disampaikan, persoalan lima pemain profesional yang dapat dimasukkan dalam skuad masing-masing menjadi perbincangan hangat dari para undangan yang hadir.
Musliadi menyatakan pemain profesional dapat diturunkan seluruhnya ke dalam lapangan, tetapi sejumlah peserta keberatan, khawatir akan terjadi pertandingan yang tidak berimbang untuk pemain sudah berusia 43 tahun atau kelahiran 1982.
Ada yang mengusulkan, hanya tiga pemain profesional yang diturunkan dalam satu laga atau juga empat pemain. Dalam perdebatan hangat dengan suasana kekeluargaan ini, walau nantinya di lapangan akan berbeda, semua peserta tetap serius mengikuti debat yang dipenuhi candaan dan tawaan.
Bagaimana tidak, saat satu peserta sedang bertanya, lainnya berceloteh yang membuat suara tawa bergema di ruangan tersebut yang biasanya digunakan untuk tim redaksi Pos Aceh menentukan proyeksi laporan utama setiap awal pekan.
Satu hal yang tidak bisa dipungkiri, para bapak-bapak ini yang sebenarnya mengurus olahraga sepakbola, sebagian besar perokok berat, bahkan ada yang tidak putus-putus, habis sebatang, disambung lagi, sehingga kepulan asap memenuhi ruangan.
Kembali ke debat pemain profesional yang akhirnya disepakati, dari lima, empat pemain bisa diturunkan sekaligus atau bergantian dalam satu pertandingan. Namun, saat pemain profesional cedera, maka tidak dapat digantikan dengan pemain profesional lain, namun dengan pemain sebaya.
Perihal lainnya yang mendapat perhatian, tentang wasit yang akan memimpin pertandingan. Salah seorang peserta menyatakan pemain kadang-kadang melakukan protes berlebihan ke wasit, padahal laga juga diisi pejabat pemerintahan, seperti dari Sabang, direncanakan Sekda dan Kapolres akan ikut bermain sepakbola.
Menanggapi hal tersebut, Syahrizal menyatakan telah mempersiapkan pelatih terbaik untuk turnamen sepakbola eksekutif ini, bahkan ada yang berasal dari Liga 1 atau Super League, seperti Rossi, Putra Zulfahmi dan sederetan wasit lainnya yang aktif di Liga Indonesia.
Hal lainnya, berupa water break jika suhu benar-benar terik di lapangan dan kesiapan petugas medis di pinggir lapangan, jika ada pemain yang cedera atau kehabisan napas, sehingga dapat dengan cepat mendapat pertolongan pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.
Menanggapi hal itu, Musliadi menyatakan telah mempersiapkan satu mobil ambulans yang dilengkapi peralatan medis untuk membantu pemain yang tiba-tiba jatuh atau cedera ringan atau berat.
Musliadi yang merupakan seorang pegiat sepakbola menambahkan fasilitas kesehatan terdekat dengan Lapangan Matador sudah siap memberi bantuan dan jika ada pemain yang harus segera dirujuk, maka akan diarahkan ke rumah sakit USK.
Dia berharap pemain dapat hadir lebih awal, agar dapat merasakan suasana lapangan yang berada di pinggir Sungai Krueng Aceh sebelum kick-off yang direncanakan mulai pukul 17.00 WIB.
Dikatakan, pihaknya sebagai panitia akan berusaha memberi yang terbaik kepada pemain dan ofisial, sehingga pertandingan dalam rangka memeriahkan HUT ke-13 Pos Aceh dapat berjalan aman dan lancar, tanpa insiden sekecil apa pun.
Seusai penjelasan dan perdebatan yang dipenuh canda-tawa, dilaksanakan drawing atau nomor undian masing-masing tim. Tetapi, ada tim yang hanya bersedia bermain pada hari tertentu dan dengan tim tertentu pula.
Walaupun demikian, untuk pembagian grup juga dilaksanakan untuk beberapa tim, dengan pemain harus menggunakan lejing, sebagai bagian dari pelaksanaan syariat Islam dan sesuai dengan instruksi Bupati Aceh Besar.
Untuk acara pembukaan sepakbola eksekutif ini, direncanakan akan dilaksanakan oleh pejabat Pemkab Aceh Besar, mulai dari bupati, wakil bupati, sekda atau juga ketua DPRK Aceh Besar.
Sementara itu, untuk pembagian grup, maka laga Grup A, Pemkab Aceh vs Pemko Banda Aceh pada Rabu (8/10/2025). Kemudian, DPRK Aceh Besar vs Posindo Banda Aceh pada Jumat (9/10/2025).
Laga Grup B, Pemerintah Aceh vs Pemkab Aceh Jaya pada Kamis (9/10/2025) dan Pemko Sabang vs Bhayangkara FC pada Sabtu (11/10/2025). Pada Minggu (12/10/2025) dua tim pemenang Grup A maju ke babak semifinal.
Sedangkan dua tim pemenang Grup B maju ke babak semifinal pada Senin (13/10/2025) dan pemenang pada babak semifinal berhak maju ke babak final yang dilaksanakan pada Selasa (14/10/2025) untuk menentukan juara 1 dan 2. Sedangkan juara 3 dan 4 tanpa tanding, ditentukan dari hasil pertandingan yang telah dijalani.(Muh)









