posaceh.com, Meulaboh – Puluham ribuan pengunjung memadati Lapangan Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, pada Jumat (9/10/2026) malam.
Kehadiran masyarakat tersebut guna menyaksikan panggung pagelaran budaya dalam rangka pembukaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Meulaboh yang ke-438.
Sederet pertunjukan seni dan budaya khas Aceh sukses menyemarakkan malam pembukaan, mulai dari tari Ratoh Jaroe, Tarek Pukat, Rapa’i Saman, aksi komedi Cagok, musik tradisional, hingga senandung Hikayat Aceh.
Namun, momen yang paling ditunggu-tunggu oleh para penonton adalah pementasan Teatrikal Perjuangan Pahlawan Nasional Cut Nyak Dhien dalam mengusir penjajah Belanda.
Pertunjukan kolosal tersebut berhasil memukau penonton dan membangkitkan aura patriotisme sepanjang acara.
Pementasan istimewa ini diproduseri langsung oleh Kepala SD Negeri 14 Meulaboh, Iin Sumidar, S.Pd., M.Pd., bersama tim kreatif gabungan guru dan tenaga ahli pertunjukan.
”Alhamdulillah penampilan tim malam ini sangat memuaskan dengan kerjasama yang apik menjadikan momentum suasana sangat hidup sehingga penonton terbawa suasana disetiap adegan,” ujar Iin Sumidar.
Kolaborasu Tim Kretaif dan Lintas Sekolah
Suksesnya pementasan teater sejarah ini tidak terlepas dari tangan dingin para penggarap di balik panggung serta kolaborasi lintas sekolah di Kecamatan Johan Pahlawan.
Berikut susunan tim produksi dan penggarap pementasan.
Berikut tim yang di Produser oleh Iin Sumidar, S.Pd., M.Pd,stage manager, Masrovita, S.Pd., kurator Nana Noviana, M.Sn, sutradara Cut Elis Manita, S.Pd., Gr, p3nata konsep Lisa Faradilla Sandi, S.Pd., Gr, koreograferWinda Yuriantika, S.Pd., Gr, komposer musik Rilky Trianov, S.Pd., Gr.
Selain diisi oleh special performance dari para guru pilihan se-Kecamatan Johan Pahlawan, teater ini juga melibatkan talenta muda bertalenta dari siswa-siswi pilihan SMPN 3 Meulaboh dan SDN 20 Meulaboh.
Kolaborasi epik antar-generasi ini pun menuai apresiasi dan tepuk tangan riuh dari seluruh masyarakat yang hadir.
Teatrikal perjuangan Cut Nyak Dhin tak hanya di gambarkan sebagai bagian perjuangan yang membawa Aceh menjadi salah satu bagian Indonesia dalam mengusir penjajah Belanda.
Kaum perempuan Aceh dengan beragam adat budaya disajikan dalam teatrikal tersebut menjadi begitu kuat dan kental akan darah perjuangan Cut Nyak Dhin.
Moment Pagelaran budaya dalam rangkaian HUT ke 438 menjadi titik balik pengingat akan pentingnya menjaga adat dan budaya Aceh.(Muh/*)
