posaceh.com, Lhokseumawe- Kesehatan jiwa merupakan hak setiap orang yang perlu dijaga dan diperhatikan bersama.
Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma negatif kepada orang yang mengalami gangguan kesehatan mental, serta mendorong mereka agar berani mencari bantuan profesional.
Trainer dan Motivator Self Management Indonesia, Azwar, S.Psi., M.Psi., C.Ht., MNLP, mengatakan kesehatan jiwa bukan sekadar kondisi ketika seseorang tidak mengalami gangguan mental, tetapi juga mencakup kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial.
Menurutnya, kesehatan jiwa memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan sesuatu, bertindak, menghadapi tekanan hidup, menjalin hubungan dengan orang lain, hingga mengambil keputusan.
Ia menjelaskan, tekanan kehidupan, persoalan ekonomi, perubahan gaya hidup, dan tuntutan sosial menjadi sejumlah tantangan yang dapat memengaruhi kesehatan mental masyarakat.
Di sisi lain, stigma terhadap gangguan jiwa masih menjadi penghalang bagi sebagian orang untuk mencari pertolongan.
Rasa takut dianggap lemah atau mendapat penilaian negatif dari lingkungan membuat mereka memilih memendam persoalan yang dihadapi.
Padahal, gangguan kesehatan jiwa dapat ditangani melalui bantuan yang tepat, dan pemulihan sangat mungkin terjadi.
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia setiap 10 Oktober menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental sekaligus menghapus stigma terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa.
Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema “Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman langsung orang-orang yang menghadapi persoalan kesehatan mental.
Azwar mengingatkan, kepedulian terhadap kesehatan jiwa merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sosial, hingga tempat kerja.
Ia mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi emosional diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya, serta tidak ragu mencari bantuan ketika menghadapi persoalan yang sulit diatasi sendiri.
Menurutnya, mengakui bahwa diri sedang tidak baik-baik saja bukanlah tanda kelemahan.
Sebaliknya, keberanian untuk bercerita dan meminta bantuan merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan jiwa.
Melalui momentum Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, masyarakat diharapkan semakin terbuka membicarakan kesehatan mental, saling mendukung, dan menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap orang untuk memperoleh pertolongan.(Muh/*)
