Daerah

Tak Perlu Khawatir, Kini RSUD Meuraxa Miliki Layanan Nyeri Maksimal

2318
×

Tak Perlu Khawatir, Kini RSUD Meuraxa Miliki Layanan Nyeri Maksimal

Sebarkan artikel ini
dr Riza Mulyadi Sp An FIPM, melakukan tindakan intervensi nyeri untuk pasien RSUD Meuraxa Banda Aceh, Jumat (22/3/2024). FOTO/DOK HUMAS RSUD MEURAXA

posaceh.com, Banda Aceh – RSUD Meuraxa Banda Aceh senantiasa memberikan layanan kesehatan terbaik bagi warga Banda Aceh dan masyarakat Aceh umumnya. Kini RSUD Meuraxa memberikan layanan intervensi nyeri yang maksimal dimana ditangani langsung dr Riza Mulyadi Sp An FIPM, yang telah menyelesaikan pendidikan fellow Interventional Pain Management (IPM) di kolegium anestesiologi dan terapi intensif Indonesia.

Ia menjelaskan, manajemen intervensi nyeri atau IPM merupakan suatu tindakan minimal invasif yang dilakukan dengan panduan alat untuk mengobati nyeri akut dan kronik secara jangka panjang atau permanen. Prosedur tindakan dilakukan dengan cara memasukkan obat, zat, dengan cara penyuntikan ke dalam struktur tubuh atau bagian tubuh tertentu yang menjadi sumber nyeri yang dipandu dengan alat C arm atau USG.

Selanjutnya, memblok saraf yang merupakan bagian dari mekanisme perjalanan nyeri “Langkah ini efektif dalam menangani sejumlah kasus nyeri karena memiliki sejumlah keunggulan antara lain tindakan bersifat minimal invasif, menggunakan bius lokal sehingga risiko lebih kecil, obat ditargetkan langsung dengan panduan alat untuk membantu pasien dalam mengurangi dan menghentikan konsumsi obat nyeri, serta rehabilitasi atau pemulihan lebih cepat dan dini,” katanya, kepada media ini, Jumat (22/3/2024).

dr Riza juga mengatakan, ada beberapa tahapan dan indikasi yang harus dilakukan sampai pasien itu bisa diambil tindakan intervensi nyeri yang dialami oleh pasien.
“Penanganan nyeri merupakan hal yang kompleks, personal, dan berbeda bagi setiap pasien tergantung kondisi kesehatan yang dimiliki, ada beberapa tahapan yang harus dilalui sampai akhirnya bisa diambil tindakan intervensi, jika kondisi nyeri tidak berat biasanya kita tangani dengan obat minum medikamentosa, tapi jika lewat dari 12 minggu atau 3 bulan belum reda, kita akan tawarkan solusi pilihan kepada pasien metode dgn intervensi tersebut,” katanya.

dr. Riza mengatakan, layanan intervensi nyeri di RSUD Meuraxa saat ini termasuk layanan yang cukup mumpuni, selain di RSUDZA layanan ini ada di RS Meuraxa.

“Secara layanan intervensi di RSUD Meuraxa sudah di kredensial oleh BPJS dan alat yang kita miliki juga sudah lengkap, jadi kita fokuskan untuk menangani pasien secara cepat dan tepat dengan fasilitas asuransi BPJS kesehatan,” ucap dr. Riza.

Menurutnya tantangan pengembangan layanan intervensi nyeri tersebut berada pada tingkat rujukan dari puskesmas yang sangat minim, selain itu juga, masyarakat banyak salah memahami jika pengobatan nyeri dengan penyuntikan.

“Jadi, sering kali kita dengar, bahwa pengobatan nyeri dengan suntik menyebabkan kelumpuhan, itu tidak benar,” tegasnya.

Ia mengatakan, pengobatan nyeri dengan obat juga tidak menjadi jaminan, atau bahkan dengan operasi juga demikian, tapi setidaknya, menurut dr. Riza, intervensi bisa dilakukan sebagai alternatif pilihan pengobatan masalah nyeri secara tepat sasaran.

“Masyarakat tak perlu khawatir dengan pengobatan nyeri dengan teknik intervensi ini, di RSUD Meuraxa semua dilayani dengan profesional dengan alat yang canggih, RSUD memiliki alat Radiofrekuensi Ablasi yang bisa menangani pasien nyeri kronis dengan cepat dan tepat ,” pungkas dr. Riza.

Teknik IPM Terdapat 3 teknik yang akan dapat dilakukan untuk penerapan IPM. Pemilihan teknik yang sempurna tergantung dari jenis nyeri, kondisi kesehatan, dan derajat keparahan nyeri yang dimiliki pasien. Tiga teknik yang dimaksud diantaranya: 1. Penyuntikan obat pada lokasi penyebab nyeri Penyuntikan bisa berupa steroid yang bermanfaat untuk mengurangi peradangan pada asal nyeri secara sempurna. Selain steroid, bisa diberikan juga obat regeneratif (Platelet Rich Plasma & Proloterapi) yaitu obat yang memperbaiki struktur jaringan misalnya otot & tendon yang mengalami kerusakan & sebagai asal nyeri.

Pemberian obat tadi wajib dilakukan menggunakan pedoman indera misalnya USG & C-Arm supaya tepat pada asal nyeri.2. Blok Saraf Blok saraf akan menganggu sinyal saraf ke otak yang membantu menghilangkan rasa sakit. Blok saraf dilakukan menggunakan pedoman USG & C-Arm menuju saraf asal nyeri, sebagai akibatnya bisa mengurangi nyeri yang berlangsung beberapa minggu juga bulan. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa sebagai blok permanen, tergantung dalam teknik & obat yang dipakai.

3. Radiofrekuensi Ablasi/Neuromodulasi Gelombang radiofrekuensi dipakai untuk menonaktifkan/menenangkan jaringan saraf yang menghantarkan sinyal nyeri, sebagai akibatnya sinyal nyeri yang dipancarkan dari asal nyeri berkurang. Gelombang radiofrekuensi ini dihasilkan alat khusus & dihantarkan melalui jarum yang diarahkan menuju saraf asal nyeri dengan menggunakan pedoman USG & C-Arm. (**)