Daerah

Tak Mau Menikmati Gaji Buta Lucky Hakim Mengundurkan Diri Dari Jabatannya Sebagai Wakil Bupati

1855
Lucky Hakim. ©2021 Merdeka.com/kapanlagi.com

posaceh.com – Lucky Hakim mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati Indramayu. Dia mantap mundur karena merasa gagal menjadi wakil kepala daerah dan tak mau lebih lama menikmati gaji buta, beserta fasilitas mewah dari negara.

“Saya sudah dapat gaji Rp50 juta lebih dengan segala fasilitas yang mewah,” ungkap Lucky dilansir dari kapanlagi.com, Jakarta (Jumat (16/2).

Saking malunya, Lucky mengaku tak berani berjalan tegak di depan warga Indramayu. Dia kerap menundukkan kepalanya saat bertemu dengan warga. “Saya kemarin di Indramayu kalau jalan sampai nunduk, karena malu,” ungkapnya.

Lucky Hakim sebenarnya bukan kepala daerah pertama yang memilih mundur dari jabatannya. Ada beberapa kepala daerah yang memilih mengakhiri masa jabatannya di pertengahan periode. Alasannya pun beragam.

Lantas, siapa saja kepala daerah yang pernah mengundurkan diri? Berikut ulasannya untuk Anda.

Wakil Bupati Nduga, Wentius Namiangge

Tahun 2019, Wakil Bupati Nduga, Wentius Namiangge mengundurkan diri dari jabatannya. Alasan terbesar Wentinusa mundur karena konflik antar aparat keamanan yang tak kunjung usai.

Puncak kekecewaannya terjadi setelah sopir dan ajudannya tewas terkena tembakan saat dalam perjalanan di Kampung Yosema Distrik Kenyam, Nduga, Papua pada 20 Desember 2019.

“Saya kecewa terus, lebih baik saya (jadi) masyarakat biasa daripada saya pusing terus,” kata Wentius kala itu.

Sebenarnya, Wentius telah melaporkan kasus ini kepada Pemerintah Pusat. Dia melakukan orasi di Bandara Kanyam 3 hari setelah sopir dan ajudannya tewas. Namun suaranya tak kunjung didengar. Akhirnya, dia memilih mundur jadi pejabat negara.

Seperti diketahui, konflik di Nduga, Papua sudah berlangsung cukup lama. Peristiwa itu berawal dari adanya pembantaian terhadap karyawan PT Istaka Karya pada 2 Desember 2018 di Gunung Kabo. Hingga saat ini konflik antara aparat keamanan dengan kelompok sipil bersenjata di daerah tersebut tak kunjung selesai.

Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution

Masih di tahun 2019, Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution mengundurkan diri dari jabatannya.

Alasan terbesar Dahlan mundur dari orang nomor 1 di Madina lantaran capres dan cawapres yang didukungnya kalah di Kabupaten Madina. Kala itu, perolehan suara pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan Maruf Amin kalah dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.(Merdeka.com)

Exit mobile version