* Juga Usul Bersihkan Jalan Bandara SIM ke Keutapang Hingga Ajuen
posaceh.com, Banda Aceh – Bupati Aceh Besar, H Muharram Idris atau akrab disapa Syech Muharram mengusulkan pelebaran Jalan Kajhu hingga pintu tol Baitussalam. Program tersebut disampaikan dalam agenda koordinasi pembangunan infrastruktur bersama sejumlah pemangku kepentingan daerah pada saat audiensi bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Yusrizal Kurniawan, ST MSc MEng, di Morden Cafe, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).
Pada kesempatan itu juga Bupati Aceh Besar juga meminta kepada Kepala Balai Bina Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Aceh, Tommy Perbadi MT untuk melakukan pembersihan jalan dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Intang menuju Keutapang, Kecamatan Darul Imarah hingga Ajuen Kecamatan Peukan Bada
Begitupun, Syech Muharram juga melihat ruas Jalan Kajhu menuju pintu tol Baitussalam saat ini sudah tidak lagi memadai untuk menampung volume kendaraan yang terus bertambah. “Pelebaran jalan ini penting agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah daerah menilai pelebaran jalan dan juga pembersihan bahu jalan dari bandara SIM ke Keutapang hingga Ajun sangat diperlukan. “Maka pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak guna mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Begitu juga pembersihan bahu jalan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur jalan tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki akses transportasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru di wilayah Aceh Besar. Dengan akses yang lebih baik, kawasan di sekitar jalur utama tersebut diyakini dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja masyarakat lokal.
Muharram Idris juga menekankan bahwa keberadaan Bandara SIM sebagai pintu gerbang utama Aceh harus didukung dengan infrastruktur jalan yang representatif. Menurutnya, kenyamanan dan kelancaran akses menuju bandara menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata dan perdagangan daerah.
“Bandara SIM merupakan wajah Aceh bagi para tamu yang datang dari luar daerah maupun luar negeri. Karena itu, akses menuju bandara harus bersih, nyaman, aman, dan mampu memberikan kesan baik bagi setiap pengunjung,” katanya.
Ia mengatakan, usulan ini juga sudah di sampaikan ke Gubernur Aceh, saat ini jalan Kajhu dianggap sangat penting mengingat kepadatan penduduk, dan sudah seharusnya dipikirkan bersama untuk kepentingan masyarakat. “Jalan Kajhu sangat padat dan lagi ini akses menuju pintu tol, jadi makin padat dan kiranya ini bisa segera dilakukan pelebaran,” pungkas Syech Muharram.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh Yusrizal Kurniawan menyambut baik usulan Bupati Aceh Besar sebagai upaya peningkatan ekonomi bagi masyarakat. “Pembangunan infrastruktur merupakan instrumen penting dalam pembangunan daerah dan usulan pak bupati tentu menjadi pertimbangan kami,” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Balai Bina Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Aceh, Tommy Perbadi MT, selain pelebaran jalan penataan drainase serta evaluasi titik rawan kemacetan di sepanjang jalan nasional. Khusus usulan Bupati Aceh Besar untuk pembersihan bahu jalan dari Bandara SIM, ke Keutapang hingga Jalan Ajun akan meenjadi program utama. “Usulan pak bupati akan kami siapkan langkah-langkah agar bisa cepat terealisasi,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, pihak balai jalan dan juga balai penataan kawasan menyambut baik, segera merespon atas usulan Bupati Aceh Besar. Turut mendampingi Bupati Aceh Besar Plt Kadiskominfo Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, pejabat balai jalan Kementerian PU RI.(AMZ)











