
posaceh.com Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh berharap Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Aceh bisa meraih minimal sepertiga jumlah medali emas yang diperebutkan pada PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.
“Cabor dayung digelar di Aceh dan akan memperlombakan 54 nomor, sudah tentu cukup banyak medali emas yang diperebutkan. Kita minta dayung Aceh bisa meraih sepertiganya saja,” ujar Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang, Teuku Rayuan Sukma yang mewakili Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf ketika membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) PODSI Aceh di Hotel 88 Banda Aceh, Sabtu (13/11/2021).
Pada Musprov tersebut, Teuku Sulaiman Badai kembali dipercaya memimpin PODSI Aceh, sebagai ketua umum masa bakti 2021 – 2025, setelah terpilih secara aklamasi.
Rayuan menyampaikan harapan itu, mengingat Aceh sebagai tuan rumah PON berkeinginan bisa masuk ranking lima besar. Suatu upaya untuk itu adalah meraih sebanyaknya medali emas pada cabang olahraga yang memperebutkan banyak medali emas di antaranya dari dayung, renang, atletik, sepatu roda.
Untuk itulah, ia meminta PODSI Aceh mulai sekarang sudah bisa fokus melakukan pembinaan atlet untuk persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.
“Kita minta dayung sudah bisa segera fokus pembinaan atlet potensial dari daerah ini untuk menghadapi PON XXI 2024,” ujar Rayuan yang juga Ketua Umum Pengprov Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Aceh ini.
Katanya, berbagai upaya pembinaan harus dilakukan untuk menyiasati meraih banyak atau sepertiga medali emas dari jumlah medali emas yang diperebutkan di cabang olahraga dayung.
“Jangan trauma dengan kegagalan meraih medali di PON Papua. Fokus dan semangat kembali membina sebanyaknya atlet daerah dan kalaupun juga ada mengambil atlet luar, tetapi harus yang menjanjikan meraih medali emas,” kata mantan Kadispora Aceh ini.
Organisasi Sehat
Pada kesempatan tersebut, ia menyebutkan, KONI Aceh memberikan apresiasi terhadap PODSI Aceh yang menggelar Musprov tepat waktu, meski berakhirnya masa bakti kepengurusan 2017 – 2021 ini masih tersisa lima hari lagi.
“Ini menandakan organisasi yang sehat, sehingga Musprov pun bisa dilaksanakan tepat waktu,” ujarnya.
Aktif dan Punya Kemampuan
Kecuali itu, ia mengatakan, bagi KONI Aceh tidak ada istilah putra mahkota untuk menjadi Ketua Umum PODSI Aceh. Ini semua terserah pada pengurus kabupaten/kota yang menilai dan memilih figur yang tepat untuk memimpin olahraga dayung di Aceh ini.
Begitupun, menurutnya, Sulaiman Badai yang memimpin dayung Aceh periode lalu, sungguh aktif dalam mengikuti rapat dengan KONI Aceh selama ini, sehingga berbagai hal dan kebijakan menyangkut olahraga dayung bisa dijawabnya langsung.
Selain itu, sebutnya, Sulaiman Badai juga sudah berusaha maksimal melakukan pembinaan dan dengan segala kemampuan telah berhasil melobi Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sehingga akan ada bantuan ratusan miliar untuk pembangunan venue dayung yang direncanakan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) Lamnyong hingga Cot Irie, Banda Aceh, yang akan digunakan untuk perlombaan PON XXI/2024.
Rayuan menyatakan, Musprov PODSI Aceh yang dihadiri langsung pihak KONI Aceh dan Ketua Umum PB PODSI, Basuki Hadimuljono secara virtual, diikuti 17 pengurus kabupaten/kota sudah memenuhi korum.
Siap Lakukan Perbaikan
Sementara itu, Sulaiman Badai usai terpilih menyatakan berupaya dan siap melakukan perbaikan kembali pembinaan atlet dan perangkat di PODSI Aceh.
Selain itu, sebut Sulaiman, tugas di depan ini melaksanakan Prakualifikasi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) III dan PORA XIV/2022 di Pidie.
Dari pelaksanaan dua event tersebut dapat menjaring banyak atlet pontensial untuk persiapan menghadapi PON XXI/2024.
Akhirnya, kata Sulaiman tugas yang paling penting dan berat, melakukan berbagai persiapan, menyiapkan strategi pembinaan dan pembinaan atlet, serta tugas sebagai tuan rumah pelaksana PON.
Sulaiman berharap kerjasama dan kekompakan semua pengurus secara bersama serta maksimal mengemban tugas yang penting dan berat ini, sehingga dayung Aceh bisa berprestasi meraih medali emas pada PON XXI/2024.
Musprov yang berlangsung demokratis ini, dihadiri 17 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot) PODSI, sepakat memilih Sulaiman Badai untuk memimpin kembali yang kedua kalinya Pengprov PODSI Aceh periode 2021 – 2025. (Sudirman Mansyur).











