Daerah

Subhan Budidaya Jenis Tanaman Indatu

3092
Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, menyapa Subhan yang berjualan tanaman indatu di sela-sela festival kuliner Aceh, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/6/2022) FOTO/ DOK PRIBADI SUBHAN

posaceh.com, Banda Aceh – Subhan Warga Gampong Neuhen, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar merupakan salah seorang warga yang memiliki usaha budidaya tanaman yang sudah langka yang berlokasi di perumahan Budha Suci atau komplek PP.

Menurut Subhan yang saat jumpa Penjabat Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto, SSTP, MM, di sela-sela festival kuliner Aceh, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (7/6/2022) mengatakan usaha yang dilakukannya sebagai wujud pelestarian tanaman indatu yang sudah mulai sulit didapatkan.
“Usaha ini dilakukan untuk menjaga tanaman yang sudah langka, bek gadoeh bijeh (jangan hilang benih),” kata Subhan, kepada posaceh.com, Senin (8/8/2022).

Ia juga menuturkan, ia tergerak melakukan usaha ini agar tanaman tersebut dapat kembali dikembangkan oleh masyarakat untuk dapat dinikmati generasi selanjutnya. Sebab anak jaman now juga harus tahu tanaman Indatu.
Jenis tanaman yang dibudidaya seperti Boh Munteu, Maken, Renda, Cermai Merah, Kruet Glangsa, Serba Bintang, Rheng dan Boh Batok. “Karena tanaman sangat bermanfaat untuk bumbu masakan. Seperti untuk masakan kuah belangong, rujak, Sie Reboh dan masakan keunebah ureung jameun atau kenebah indatu,” ujar Subhan.

Menurutnya, tanaman ini sudah ada sejak lama, sekarang sudah menjadi langka, saat ini orang lebih tertarik membudidayakan tanaman modern, padahal tanaman ini juga buahnya dapat dinikmati oleh masyarakat. “Tentu saja memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat yang ingin membudidayakannya,” pungkas Subhan.

Sementara itu, Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto mengapresiasi usaha yang dikembangkan oleh Subhan, ia menilai, ditengah banyaknya tanaman modern seperti, buah pear, anggur dan lain sebagainya, Subhan memiliki keberanian membudidayakan tanaman yang sudah langka.
“Ini keberanian usaha yang luar biasa, saat ini sudah sulit kita dapatkan, buah cermai merah, buah renda, buah menteu dan lain sebagainya. Jadi patut kita apresiasi apa yang dilakukan Subhan yang berniat melestarikan tanaman zaman dahulu,” ungkapnya.(Muiz)

Exit mobile version