Pemko Banda AcehPendidikan

STAI Nusantara Banda Aceh Apresiasi dan Dukung Program Beut Kitab di Sekolah Aceh Besar

21
Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro selaku Pembina STAI Nusantara, Dr Tgk Jamaluddin M Thaib MA (kanan) bersama Sekretaris Program BKBS, Tgk Nazaruddin dan Sekcam Peukan Bada, Rusydi SAg MPd FOTO/ MARDG

posaceh.com, Banda Aceh – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nusantara Banda Aceh sebagai salah satu kampus yang memadukan antara kurikulum kampus dengan kurikulum dayah (kampus terpadu) memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula (BKBS) di sekolah-sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Aceh Besar.

Hal itu disampaikan oleh Pembina STAI Nusantara Banda Aceh, Dr Tgk Jamaluddin M Thaib MA yang juga selaku Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro kepada media ini, di Banda Aceh, Senin (4/5/2026).

Menurutnya ini program yang luar biasa dari Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar dalam rangka mendekatkan siswa pada nilai nilai agama dan mengingatkan tentang pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter dan spritualitas bagi anak, sementara mata pelajaran agama selama ini pada SD dan SMP dirasakan sangatlah belum memadai.

Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro selaku Pembina STAI Nusantara, Dr Tgk Jamaluddin M Thaib MA. FOTO/ MARDG

Tgk Jamaluddin menekankan bahwa lost pendidikan agama pada usia dini, akan menyebabkan sulitnya mengontrol dan mengajak anak untuk beribadah dan beramal shaleh serta terhindar dari perilaku negatif dan mereka akan mencari jalannya sendiri, ” imbuhnya.

Karena itu “STAI Nusantara Banda Aceh yang merupakan perguruan Tinggi terpadu sangat mendukung dan memberikan apresiasi yang tinggi serta siap berkolaborasi dengan Pemkab Aceh Besar untuk mensukseskan program BKBS ini, ” harapnya.

Tgk Jamaluddin yang juga alumni dayah Darul Huda Lueng Angen ini menambahkan bahwa kegiatan beut kitab bak sikula tidak hanya memperkaya wawasan keagamaan siswa, tetapi juga membentuk akhlak dan adab yang menjadi ciri khas masyarakat Aceh.

“Program ini penting untuk melestarikan tradisi keilmuan ulama Aceh yang harus kita jaga. Kami sangat mendukung penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai Islam di sekolah seraya berharap agar program beut kitab bak sikula ini dapat terus berkembang dan menjadi model pendidikan yang inspiratif bagi daerah lain di Aceh,” tutupnya.(Mar)

 

 

 

Exit mobile version