posaceh.com, Banda Aceh – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi masyarakat, sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman serius yang ditimbulkan oleh peredaran dan penggunaan zat terlarang tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Mita Mulia Banda Aceh, Senin 4 Mei 2026.
Sosialisasi dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, aparatur gampong, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Kepala Kesbangpol Kota Banda Aceh, Rizal Abdillah, mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan multidimensi yang tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga mengancam stabilitas sosial dan keamanan daerah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah kota terus berkomitmen untuk melakukan langkah preventif melalui edukasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak fisik dan mental individu, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda kita. Oleh karena itu, kami di Kesbangpol terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memerangi peredaran narkoba di Kota Banda Aceh,” ujar Rizal Abdillah.
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis narkotika yang umum beredar, dampak jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pengguna maupun pengedar. Narasumber juga menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan remaja.
Selain itu, Rizal Abdillah juga menyoroti pentingnya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan indikasi peredaran atau penggunaan narkoba di sekitar mereka. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam memberikan informasi dan menjaga lingkungan masing-masing agar tetap bersih dari narkoba. Jika ada indikasi, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dapat menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait permasalahan narkoba di lingkungan mereka. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu ini masih menjadi perhatian serius di tengah masyarakat.
Melalui sosialisasi ini, Kesbangpol Banda Aceh berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi generasi mendatang.
Ke depan, Kesbangpol berencana untuk memperluas jangkauan sosialisasi ke berbagai kecamatan dan gampong di Banda Aceh, dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk lembaga pendidikan dan komunitas lokal, guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.(AMZ)
