posaceh.com, Banda Aceh — Usia hampir 70 tahun tidak membuat Rusli Arafika meninggalkan dunia seni. Seniman Aceh yang akrab disapa Apa Gense itu masih aktif tampil dari panggung ke panggung, sekaligus tetap dikenal dengan gaya humornya yang khas. Usia, bahkan menjadi bahan guyonannya.
“Kita sudah tua, tapi rasa masih awet muda,” ujar Apa Gense yang dibalut senyum sumringahnya, di Aceh Besar, Selasa (8/9/2026).
Kalimat itu cukup menggambarkan karakter Apa Gense. Meski usia terus bertambah, semangatnya berkesenian masih terjaga. Undangan tampil pun masih datang, memberinya kesempatan untuk kembali bertemu penonton dan menghibur lewat seni yang telah puluhan tahun digelutinya.
Di luar panggung, kehidupan Apa Gense berjalan sederhana. Ia masih kerap berkumpul bersama kawan-kawan lama di warung kopi. Obrolan mengalir dari cerita masa lalu, dunia seni hingga kehidupan sehari-hari, diselingi candaan yang menjadi ciri khasnya.
Di tempat itu, tidak ada lampu panggung atau penonton. Apa Gense cukup menjadi dirinya sendiri—duduk, bercerita, bercanda dan menikmati kebersamaan.
Puluhan tahun berkesenian telah memberinya banyak pengalaman. Baginya, menjadi seniman bukan hanya tentang popularitas maupun materi, tetapi juga tentang kepuasan ketika karya dan penampilannya mampu menghibur orang lain.
“Menikmati apa adanya.”
Bagi Apa Gense, ungkapan tersebut menjadi cara sederhana dalam menjalani kehidupan. Ia tetap berkarya ketika ada kesempatan, menjaga pertemanan dan menikmati aktivitas yang masih bisa dilakukannya.
Pengalaman panjang itulah yang kemudian menjadi kekayaan tersendiri. Banyak cerita tersimpan, banyak peristiwa telah dilewati, dan semuanya menjadi bagian dari karakter Apa Gense sebagai seniman.
Ia mungkin tidak lagi muda, tetapi belum kehilangan semangat untuk berkesenian dan membuat orang tertawa.
Di panggung, ia menghibur. Di warung kopi, ia bercerita. Dalam keseharian, ia tetap menjalani hidup dengan sederhana.
Hampir tujuh dekade usia telah dilewati, tetapi bagi Apa Gense, berkesenian dan bercanda belum waktunya berhenti.(Why)











