News

Silaturrahmi dengan Mukim Akob, Upaya Lestarikan Sejarah Lisan Perjuangan Aceh

29
×

Silaturrahmi dengan Mukim Akob, Upaya Lestarikan Sejarah Lisan Perjuangan Aceh

Sebarkan artikel ini
Suasana di kediaman Tgk Yakob Usman atau Mukim Akob, di Datai Gaseu, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (20/6/2026). FOTO/ CBOY

posaceh.com, Kota Jantho – Upaya mendokumentasikan sejarah lisan Aceh terus dilakukan di tengah semakin berkurangnya para saksi hidup perjuangan masa lalu. Salah satunya melalui silaturrahmi yang dilakukan Cutbang Abulis, Muhajir Al Fairusy, dan sejumlah rekannya dengan Tgk Yakob Usman atau Mukim Akob di kediamannya di Datai Gaseu, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (20/6/2026).

Mukim Akob yang kini berusia sekitar 95 tahun dikenal sebagai salah satu pelaku sejarah Aceh. Ia pernah menjadi prajurit Kompi I dalam perjuangan DI/TII Aceh dan merupakan adik kandung Ayah Ghani Seulimeum, salah seorang tokoh penting dalam gerakan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Mukim Akob membagikan berbagai kisah yang pernah dialami dan disaksikannya secara langsung. Cerita yang disampaikan mencakup masa penjajahan Belanda dan Jepang, perjuangan kemerdekaan Indonesia, kontribusi Aceh sebagai daerah modal bagi NKRI, hingga perjalanan Aceh pada masa DI/TII dan konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia.

Selain itu, ia juga mengenang sejumlah tokoh besar Aceh yang pernah ditemuinya, di antaranya Teungku Daud Beureueh, Teungku Hasan Saleh, Teungku Husen Yusuf, hingga Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau Wali Hasan Tiro.

Muhajir Al Fairusy mengatakan, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menyelamatkan catatan sejarah yang masih tersimpan dalam ingatan para tokoh tua Aceh.

“Selain mendengar langsung sejarah hidup beliau, kami juga berupaya mengabadikan dan mendokumentasikan setiap cerita yang beliau sampaikan. Ini sangat penting untuk disimpan dan dipublikasikan kepada generasi Aceh di masa depan, agar mereka memahami perjalanan panjang dan pengorbanan para pendahulu,” ujarnya.

Menurut Muhajir, sejarah yang disampaikan langsung oleh para pelaku dan saksi hidup memiliki nilai yang sangat penting karena mampu memberikan gambaran utuh mengenai berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya.

Sementara itu, Cutbang Abulis menilai Mukim Akob merupakan salah satu tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Aceh dan layak menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda.

“Mukim Akob adalah salah satu tokoh penting bagi Seulimeum dan Aceh Besar. Beliau merupakan pelaku sekaligus saksi sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan kedaulatan bangsa. Dari kisah beliau, kita dapat memahami betapa besarnya jasa rakyat Aceh terhadap keberlangsungan NKRI,” kata Abulis.

Ia mengungkapkan, penghargaan terhadap para pelaku sejarah tidak hanya dilakukan melalui penghormatan secara simbolis, tetapi juga dengan mendokumentasikan dan mewariskan pengalaman mereka kepada generasi berikutnya.

“Penghormatan terbaik kepada para pelaku sejarah adalah memastikan kisah dan pengalaman mereka terdokumentasi dengan baik sehingga dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi yang akan datang,” pungkas Abulis.(Cboy)