posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh terus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting, pada anak dan balita akibat masalah kurang gizi kronis. Agar target zero stunting dapat tercapai, Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh bersama BULOG menyalurkan beras bervitamin untuk 74 anak terindikasi stunting di Kecamatan Banda Raya, Kamis (21/4/2022).
Bulog sebagai perusahaan negara yang bergerak di bidang pangan, selalu mendukung setiap upaya Pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM unggul dan pangan yang bergizi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Cut Azharida, SH mengatakan, Pemko Banda Aceh telah menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT ) sebagai tindak lanjut program Pemerintah pusat melalui BKKBN untuk mengatasi stunting, program ini kita kolaborasikan dengan berbagai pihak termasuk Bulog.
“Nantinya dengan kolaborasi ini, Pemerintah Kota Banda Aceh menyalurkan 15 Kg beras fortivit untuk 74 keluarga yang terindikasi stunting selama tiga bulan,” katanya, Jum’at (22/4/2022).
Menurutnya, ini menjadi bagian dari komitmen Pemko Banda Aceh dalam menurunkan prevalensi stunting di Banda Aceh.
“Mudah-mudahan kerja keras ini mampu memberikan hasil yang maksimal dalam menurunkan prevalensi stunting,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jika dilihat dari perkembangan Kota, mestinya sedikit sekali ada stunting di Banda Aceh, karena tidak sulit mencari makanan bergizi.
“Begitu juga dengan pemahaman warga Kota Banda Aceh, namun Pemerintah tidak pernah berhenti berusaha untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait pencegahan stunting yang tujuan utamanya menciptakan generasi unggul,” jelasnya.
Cut Azharida juga mengatakan, oleh sebab itu agar pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi, maka harus menjadi tanggung jawab Bersama, artinya bersifat lintas sektor dan bukan terpisah di salah satu institusi.
“Makanya hari ini kita juga menjalin kerja sama dengan Bulog untuk mengatasi kekurangan gizi bagi anak-anak,” ucapnya.
Cut Azharida juga mengatakan, didalam kehidupan berumah tangga anak merupakan aset paling berharga, begitupun bagi suatu daerah, generasi penerus yakni Sumber Daya Manusia (SDM) adalah aset paling utama yang harus dijaga.
“Karena perannya sangat strategis, itu sebabnya kualitas SDM berkaitan erat dengan kesuksesan di masa mendatang,” katanya.
Menurut Cut Azharida lagi, ada beberpa tahapan yang harus dilalui, pertama dimulai saat bayi masih dalam rahim ibu. Agar kelak melahirkan bayi yang pintar dan cerdas, maka seorang ibu hamil harus mendapatkan perhatian khusus berupa asupan vitamin, gizi, dan nutrisi yang memadai, karena bayi yang tidak sehat atau kurang gizi dimulai dari ibu yang tidak menerima asupan vitamin dan gizi yang cukup.
“Disamping itu, rahim ibu juga sebagai sekolah pertama bagi sang bayi, disitulah harusnya pendidikan anak dimulai. Tahap kedua pada kelompok anak usia dini (bayi-5 tahun ). Pada anak usia tersebut diperlukan nutrisi yang lengkap dan seimbang untuk pertumbuhannya,” urainya.
Selanjutnya, menurut Cut Azharida, pada kelompok usia dini ini, anak mengalami “golden age” atau periode emas pada usia 2 tahun. Masa golden age sangat penting dan perlu diperhatikan khusus, karena otak bertumbuh secara maksimal, begitu pula pertumbuhan fisik anak.
“Selain itu tambahnya, masa tersebut juga terjadi perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, sikap, dan ekspresi emosi. Jika berbagai kebutuhan anak diabaikan pada masa golden age, anak dikhawatirkan mengalami tumbuh kembang yang kurang optimal,” ungkapnya.
Dan untuk tahap ketiga, Cut Azharida menuturkan, hal tersebut berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yaitu program pendidikan sambil bermain sebelum anak memasuki Taman Kanak-Kanak (TK) pada usia 4-5 tahun.
“Pada tahap ini, anak memasuki periode emas, maka perlu diberikan program pendidikan yang bagus yang dapat merangsang pertumbuhan otak anak-anak untuk menjadi generasi unggul,” pungkasnya.
Gandeng Perum Bulog Untuk Penyediaan Komoditi Pangan

FOTO/ DOK DP3AP2KB KOTA BANDA ACEH
Bertepatan dengan program Bulan Peduli Gizi dan dalam rangka memeriahkan hari jadi kota ke-817, Pemerintah Kota Banda Aceh menggandeng Perum Bulog untuk bekerja sama dalam hal penyediaan komoditi pangan.
Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama antara kedua belah pihak diteken oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman dan Direktur Bisnis Perum Bulog Febby Novita di Gampong Lam Ara, Kamis (21/4/2022).
Untuk tahap awal, Perum Bulog menyalurkan sebanyak 3.330 pcs beras Fortivit kemasan 1kg untuk masyarakat Banda Aceh. Fortivit sendiri merupakan beras bervitamin yang diproduksi bulog dan diklaim sangat cocok untuk anak-anak guna mencegah/mengatasi stunting atau gagal tumbuh.
Dalam sambutannya, Febby Novita mengatakan penandatanganan MoU tersebut menjadi tonggak sejarah wujud kepedulian pemko terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan. “Apresiasi kepada pemko dan pak wali beserta jajaran yang telah mewujudkan kerja sama ini,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh stakeholder untuk berperan aktif mendukung rantai pasok pangan lokal, “Caranya dengan menjadi konsumen produk petani kita sendiri, salah satunya yakni beras Fortivit ini,” ujarnya.
Kata Febby, Fortivit beras yang kaya vitamin B, zat besi, dan asam folat. “Kita sudah coba di beberapa daerah, selama tiga bulan anak kurang gizi atau stunting mengonsumsi Fortivit, kenaikan berat badannya signifikan.”
“Dan untuk Banda Aceh selama tiga bulan ke depan, kita akan salurkan 3,3 ton beras Fortivit yang diprioritaskan untuk anak-anak terindikasi gizi buruk atau stunting,” pungkasnya sembari manyatakan komit untuk bekerja sama dan besinergi lebih luas dengan Pemko Banda Aceh.(Adv)











