Internasional

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 91 Warga Palestina

1380
×

Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 91 Warga Palestina

Sebarkan artikel ini
Israel mengusir warga hingga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit di Khan Younis, selatan Jalur Gaza. (REUTERS/Ammar Awad)

posaceh.com, Gaza – Serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 91 warga Palestina di zona kemanusiaan di Gaza pada Sabtu 13 Juli 2024 menurut Kementerian Kesehatan daerah kantong tersebut. Serangan ini menargetkan pemimpin militer Hamas, Mohammed Deif, meskipun belum jelas apakah Deif dan komandan Hamas lainnya telah terbunuh, menurut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menyatakan bahwa serangan ini adalah bagian dari upaya terus-menerus untuk menargetkan kepemimpinan Hamas, dan berjanji untuk terus menekan kelompok tersebut. “Bagaimanapun, kami akan melibatkan seluruh pimpinan Hamas,” kata Netanyahu dalam konferensi pers, menegaskan komitmen Israel untuk mencapai tujuan perang mereka.

Namun, Hamas membantah bahwa Deif telah terbunuh. Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa klaim Israel tentang penargetan para pemimpin mereka adalah salah dan hanya upaya untuk membenarkan serangan tersebut. Serangan ini merupakan yang paling mematikan di Gaza dalam beberapa minggu terakhir.

Pengungsi yang berlindung di daerah tersebut menggambarkan kekuatan serangan yang menghancurkan tenda-tenda mereka dan menyebabkan banyak korban jiwa. Sheikh Youssef, seorang warga Kota Gaza yang mengungsi di kawasan Al-Mawasi, mengatakan, “Saya meninggalkan tenda dan melihat sekeliling, semua tenda dirobohkan, potongan tubuh, mayat di mana-mana, wanita lanjut usia terlempar ke lantai, anak-anak kecil berkeping-keping.”

Militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut juga menargetkan Rafa Salama, komandan Brigade Khan Younis Hamas, yang digambarkan sebagai salah satu dalang serangan 7 Oktober di Israel selatan yang memicu perang sembilan bulan di Gaza. Seorang pejabat militer Israel mengatakan pihaknya masih memverifikasi hasil serangan tersebut.

Mohammed Deif, yang telah selamat dari tujuh upaya pembunuhan Israel sebelumnya, menduduki puncak daftar orang paling dicari Israel selama beberapa dekade dan dianggap bertanggung jawab atas kematian puluhan warga Israel dalam bom bunuh diri.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa selain 91 warga Palestina yang tewas, sekitar 300 orang lainnya terluka dalam serangan ini, menjadikannya salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa minggu terakhir di wilayah yang dilanda konflik tersebut.