Internasional

Sepakat Akhiri Perang, Iran Finalisasi Draf Perjanjian Damai dengan AS

36
×

Sepakat Akhiri Perang, Iran Finalisasi Draf Perjanjian Damai dengan AS

Sebarkan artikel ini
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengadakan konferensi pers mingguan di Teheran pada 28 Oktober 2024. FOTO/AFP

posaceh.com, Jakarta – Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Teheran telah mencapai kesepahaman sebagian besar isu yang dibahas dengan Amerika Serikat (AS).

Iran sedang melakukan peninjauan internal akhir terhadap rancangan perjanjian damai tersebut.

Dilansir Anadolu Agency, Sabtu (13/6/2026), berbicara di televisi pemerintah, Baghaei mengatakan pernyataan Menlu Abbas Araghchi sebelumnya bahwa rancangan Nota Kesepahaman Islamabad “belum pernah sedekat ini” secara akurat mencerminkan keadaan negosiasi saat ini.

“Saat ini, kesepahaman telah tercapai pada sebagian besar isu, dan kami berada di tahap akhir peninjauan internal,” kata Baghaei.

Baghaei mengatakan pertemuan yang melibatkan lembaga-lembaga Iran terkait sedang berlangsung untuk memeriksa draf teks dan menentukan posisi akhir Teheran.

Baghaei berpendapat bahwa kesepakatan dapat dicapai beberapa minggu yang lalu, tetapi menuduh pihak AS berulang kali mengubah posisinya, mengeluarkan pernyataan yang kontradiktif, dan mengajukan tuntutan baru yang memperpanjang proses.

Baghaei juga menolak tuduhan bahwa Iran kurang memiliki niat baik dalam negosiasi, dengan mengatakan bahwa Teheran secara konsisten mendekati pembicaraan dengan cara yang konstruktif. Juru bicara tersebut menolak untuk mengkonfirmasi laporan media mengenai isi negosiasi.

“Tidak satu pun laporan yang dipublikasikan dapat dikonfirmasi secara resmi,” katanya, menambahkan bahwa detailnya akan diumumkan setelah kesimpulan akhir tercapai.
Baghaei mengatakan proses pengambilan keputusan membutuhkan konsensus di antara otoritas dan lembaga terkait sebelum kesepakatan apa pun dapat disetujui.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di platform media sosial AS X bahwa usulan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Iran dan Amerika Serikat “belum pernah sedekat ini” dan mendesak media untuk menahan diri dari spekulasi sampai proses tersebut selesai.

Negosiasi yang dimediasi Pakistan tersebut berfokus pada pengakhiran permusuhan antara Iran dan Amerika Serikat, pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas maritim, dan mencapai konsensus tentang program nuklir Iran.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan bahwa sebagian besar teks telah disepakati, sementara menuduh Washington memperlambat kemajuan melalui perubahan posisi dan pernyataan yang kontradiktif.(Muh/*)