Nasional

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

75
×

Seleksi CPNS 2026 Disiapkan, Pemerintah Petakan Kebutuhan dan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi CPNS, PPPK. Seleksi CPNS 2025. Seleksi PPPK 2025. FOTO/Kementerian PAN RB

posaceh.com, Jakarta – Pemerintah memastikan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 sedang disiapkan meski kepastian pembukaan masih menjadi tanda tanya besar.

Akan tetapi, rekrutmen CPNS ini tidak semudah membalik telapak tangan karena harus menyiapkan berbagai hal, mulai dari perhitungan formasi, pembahasan anggaran negara sampai pemetaan kompetensi di masing-masing instansi.

Menpan RB bersurat ke Kemenkeu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Rini Widyantini mengatakan, pihaknya telah bersurat ke Kementerian Keuangan soal perhitungan anggaran negara untuk kesiapan rekrutmen CPNS 2026.

“Ya, kita juga sudah bersurat kepada Menteri Keuangan mengenai perhitungan-perhitungan (anggaran), kesiapan fiskal, dan sebagainya,” kata Rini saat ditemui di Kantor Kemenpan RB, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).

Rini menuturkan, pemerintah ingin formasi yang dibuka pada proses seleksi CPNS 2026 sesuai dengan kebutuhan dan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

“Instansi pemerintah sudah menyampaikan, dan tentunya juga saya harus memperhatikan formasi untuk program prioritas Bapak Presiden,” ujar dia.

Meski belum diketahui jadwal pastinya, Rini baru bisa memastikan kalau pemerintah tetap menyiapkan pembukaan rekrutmen CPNS tahun ini.

“Jadi insya Allah tentunya CPNS itu tetap menjadi program atau kita siapkan, tetapi kapannya kita belum bisa jawab karena kita ‘kan harus hitung,” kata dia.

Pemetaan setiap instansi Kemenpan RB telah meminta seluruh instansi pemerintah, baik itu kementerian maupun lembaga menyerahkan data kebutuhan jumlah pegawai yang dibutuhkan pada setiap kompetensi jabatan.

Data tersebut nantinya akan digunakan untuk menentukan formasi CPNS 2026 yang akan dibuka.

“Kita sudah bersurat waktu itu untuk pemetaan kompetensi jabatan. Kompetensi-kompetensi apa saja yang dibutuhkan, instansi pemerintah sudah menyampaikan,” ucap Rini.

Menurut Rini, proses pemetaan ini tidak dapat dilakukan cepat karena pemerintah ingin memastikan formasi yang dibuka sesuai dengan kebutuhan instansi.

Selain menentukan waktu pelaksanaan seleksi serta kebutuhan formasi, pemerintah perlu mengetahui seberapa besar kemampuan keuangan negara.

“Ini masih di dalam perhitungan, dan juga kita sedang berdiskusi dengan Kementerian Keuangan mengenai kemampuan keuangan negara,” ucap Rini.

Oleh sebab itu, keputusan akhir jadwal rekrutmen aparatur masih bergantung pada hasil pembahasan anggaran negara bersama Kementerian Keuangan.

“Kapannya kita belum tahu karena masih sedang dibahas antar-kementerian,” kata dia.(Muh/*)