NewsOlahraga

Selamatkan Cabor Voli, KONI dan Pegiat Gelar Pra PORA Awal September

21
×

Selamatkan Cabor Voli, KONI dan Pegiat Gelar Pra PORA Awal September

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Panitia Pengarah Pra PORA Voli : Musa Bintang.

posaceh.com, Banda Aceh – Setelah resmi mengambil alih pelaksanaan kualifikasi cabang olahraga (cabor) bola voli dari Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Aceh, KONI Aceh bersama para pegiat bola voli Banda Aceh dan sekitarnya memastikan Pra PORA bola voli menuju PORA XV Aceh Jaya akan digelar awal September 2026.

Kepastian itu mengakhiri penantian panjang para atlet. Sebelumnya, Pra PORA bola voli telah beberapa kali dijadwalkan, namun tak kunjung terlaksana akibat problem internal di tubuh Pengprov PBVSI Aceh yang berlarut-larut.

Persoalan bermula dari Musyawarah Kabupaten (Muskab) di sejumlah Pengkab/Pengkot yang telah tuntas, namun pengurus terpilih tak kunjung mendapat Surat Keputusan (SK), sehingga kepengurusan mati dengan sendirinya.

Imbasnya, banyak kepengurusan Pengkab/Pengkot yang habis masa tugas, dan pembinaan bola voli di daerah mati suri. Bahkan, belasan atlet dikabarkan hengkang ke daerah lain demi menjaga asa tampil di Pra PORA hingga PORA.

KONI Aceh sendiri telah melayangkan surat dan melakukan pertemuan beberapa kali dengan Pengprov PBVSI Aceh. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

Berangkat dari kondisi karut-marut itu, KONI Aceh sebagai lembaga yang diberi otoritas menjadi motor pelaksana Pra PORA dan PORA XV Aceh Jaya, memutuskan mengambil alih pelaksanaan Pra PORA cabor bola voli.

Kepanitiaan pun dibentuk dengan melibatkan para pegiat voli di Banda Aceh dan sekitarnya, mulai dari pemilik klub, pelatih, penggerak turnamen, hingga wasit.

“Kita mengambil alih ini semata-mata untuk menyelamatkan cabor sekaligus atlet bola voli di Aceh, sehingga cita-cita mereka untuk dapat tampil di ajang Pra PORA dan PORA Aceh Jaya atas nama daerahnya bisa terwujud,” kata Ketua Pengarah sekaligus Ketua Harian KONI Aceh, Kennedi Husein.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Pengarah, H. Musa Bintang, Senin (10/8/2026) malam mengatakan, kepanitiaan lengkap Pra PORA cabor bola voli telah terbentuk. Sesuai jadwal yang telah disepakati, Pra PORA akan berlangsung pada 7-11 September 2026.

“Kegiatan itu akan dihelat di Hall utama Jantho Sport City (JSC), Kota Jantho. Panitia telah melakukan peninjauan lapangan dan dipastikan fasilitasnya masih sangat layak. Lapangan itu dibangun tahun 2018 saat PORA di Kota Jantho, Aceh Besar,” ujar Musa Bintang.

Ia menambahkan, Panitia Pengarah juga telah melakukan audiensi dengan Bupati Aceh Besar Muharram Idris bersama Sekda Bahrul Jamil, serta Kapolres Aceh Besar AKBP Khairul Ichsan, S.I.K. Ketiga pimpinan daerah tersebut menyambut baik pelaksanaan Pra PORA voli di Kota Jantho. Selain menjadi hiburan bagi pegiat olahraga, event ini juga diyakini akan menggerakkan sektor UMKM.

Menurut Musa, panitia telah berkoordinasi dengan jajaran KONI kabupaten/kota di Aceh untuk memfasilitasi atlet yang akan berlaga di Pra PORA.

Hanya atlet yang mendapat rekomendasi dari KONI daerah yang diterima sebagai peserta, karena hal itu berkaitan dengan regulasi pembiayaan atlet dan ofisial yang diberangkatkan dari daerah.

“Saat ini sudah 20 kabupaten/kota di Aceh yang menyatakan ikut serta. Khusus Aceh Jaya sebagai tuan rumah akan mendapat wildcard,” tutur Musa Bintang yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengprov PBVSI Aceh.

Ia menegaskan, kepanitiaan yang ada saat ini hanya bersifat transisi, untuk mengantarkan cabor bola voli menuju PORA XV Aceh Jaya. Artinya, setelah Pra PORA selesai dan diperoleh daerah yang lolos ke PORA, kewenangan koordinasi akan dikembalikan kepada Pengprov PBVSI Aceh.

Namun, sumber lain menyebutkan, apabila karut-marut di tubuh Pengprov PBVSI Aceh tak kunjung selesai, tidak menutup kemungkinan KONI Aceh selaku lembaga pembina yang memiliki kewenangan membentuk tim atau kontingen menuju Pra PON hingga PON XXII NTT-NTB 2028, akan kembali mengambil alih periodisasi pembentukan skuad bola voli Aceh pasca Pra PORA, seandainya Aceh lolos ke ajang multievent olahraga terbesar di Nusantara tersebut.(Sdm).