NewsPemerintah Aceh

Selama PON XXI Aceh-Sumut, DSI Kota Banda Aceh Minta Da’i Sampaikan Pentingnya Olahraga dalam Islam

1008
×

Selama PON XXI Aceh-Sumut, DSI Kota Banda Aceh Minta Da’i Sampaikan Pentingnya Olahraga dalam Islam

Sebarkan artikel ini
Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (Foto: Dok. Ist.)

posaceh.com, Banda Aceh – Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh, Ridwan Ibrahim SAg MPd, melalui Kepala Bidang (Kabid) Dakwah Irwanda M Jamil SAg minta kepada para Da’i Kota Banda Aceh, untuk menyampaikan isi Khutbah Jumat dan ceramah lainnya di masjid-masjid dalam wilayah Kota Banda Aceh tentang “Pentingnya Olahraga dalam Islam dan Peluang Dakwah Melalui PON XXI Aceh-Sumut 2024”.

Hal itu dimaksudkan sebagai satu upaya untuk menyambut dan menyukseskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, sebagaimana imbauan Pj Wali Kota Banda Aceh dan Gubernur Aceh melalui Dinas Syariat Islam.

Ilustrasi jamaah shalat Jumat sedang mendengarkan khutbah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh (Foto: Dok. Ist.)

“Mulai Jumat, 16 Agustus 2024 dan selama PON XXI Aceh-Sumut 2024 berlangsung, kami mohon kepada para dai untuk dapat menyampaikan isi Khutbah Jumat dan ceramah lainnya tentang ‘Pentingnya Olahraga dalam Islam dan Peluang Dakwah Melalui PON 2024 Aceh-Sumut’, kepada warga kota Banda Aceh khususnya dan masyarakat Aceh pada umumnya,” kata Ridwan seperti disampaikan Irwanda.

Adapun isi materi Khutbah Jumat dan ceramah lainnya dengan judul tentang “Pentingnya Olahraga dalam Islam dan Peluang Dakwah Melalui PON XXI Aceh-Sumut 2024”, sebagaimana dirilis DSI Kota Banda Aceh pada Kamis (15/08/2024), cuplikannya antara lain sebagai berikut:

Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat, nikmat, dan kesehatan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah ini untuk menunaikan salah satu kewajiban sebagai umat Islam, yaitu shalat Jumat. Shalawat serta salam marilah kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, yang telah membawa risalah Islam sebagai petunjuk hidup yang sempurna.

Olahraga sebagai Ibadah

Pada kesempatan ini, khatib ingin mengajak kita semua untuk merenungkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui olahraga, sebagaimana Islam mengajarkan untuk memperhatikan kesehatan baik jasmani maupun rohani. Tubuh kita adalah amanah dari Allah Swt, yang harus kita jaga agar tetap sehat dan kuat, sebagaimana firman-Nya:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah; sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195).

Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan diri agar tidak terjerumus dalam kebinasaan. Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga secara teratur. Olahraga dalam Islam bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga dapat menjadi bentuk ibadah jika diniatkan dengan baik, yaitu untuk menjaga amanah Allah berupa tubuh yang sehat.

Rasulullah saw dalam satu hadisnya bersabda (Artinya): “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Bersemangatlah terhadap hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau merasa lemah.”

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa kekuatan fisik adalah sesuatu yang penting dan harus kita upayakan, karena dengan tubuh yang kuat kita dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik, membantu sesama, dan menjalani kehidupan dengan lebih produktif.

Rasulullah saw adalah contoh teladan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal menjaga kesehatan tubuh. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw melakukan berbagai bentuk olahraga yang memperkuat tubuh dan meningkatkan keterampilan. Di antaranya adalah memanah, berkuda, dan berenang. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga melatih keberanian, kecepatan, dan ketangkasan.

Selain itu, Rasulullah saw juga dikenal gemar berjalan kaki. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa beliau berjalan kaki dengan langkah yang cepat, seolah-olah menuruni bukit. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw memperhatikan pentingnya aktivitas fisik yang dapat menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, sebagaimana sabda beliau dalam satu hadisnya:
“Rasulullah saw berjalan dengan cepat, seolah-olah beliau turun dari bukit.” (HR. Muslim)

Tidak hanya untuk diri sendiri, Rasulullah saw juga menganjurkan para sahabat dan keluarganya untuk berolahraga. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa beliau pernah berlomba lari dengan istrinya, Aisyah ra. “Aku pernah berlomba lari dengan Rasulullah saw dan aku menang. Ketika tubuhku mulai gemuk, beliau mengajakku berlomba lagi dan beliau menang, kemudian beliau bersabda: ‘Ini sebagai balasan dari yang sebelumnya.’”

Dari sini kita dapat belajar bahwa olahraga juga bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga dan menciptakan kebahagiaan di tengah-tengah keluarga.

Selain bermanfaat untuk kesehatan fisik, olahraga juga memiliki dampak positif bagi kesehatan mental. Dalam kehidupan yang penuh tekanan dan tantangan, kita seringkali merasa stres dan cemas. Olahraga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi hal ini.Dengan berolahraga, tubuh kita melepaskan endorfin, yaitu hormon yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.

Islam juga sangat menganjurkan kita untuk menjaga keseimbangan antara tubuh dan jiwa. Dalam Al-Quran, Allah Swt berfirman: “Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (akal). (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al-Mulk: 23).

Ayat ini mengingatkan kita untuk bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, termasuk kesehatan jasmani dan rohani. Salah satu cara bersyukur adalah dengan menjaga kesehatan tubuh dan mental melalui aktivitas yang bermanfaat, seperti olahraga.

Peluang Dakwah

Pada bulan September yang akan datang, kita akan menyaksikan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, di mana Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) menjadi tuan rumah. Ini adalah momentum yang tepat bagi kita untuk mengingat kembali betapa pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari. PON bukan hanya ajang kompetisi antarprovinsi, tetapi juga perwujudan semangat persatuan, kebersamaan, dan kedisiplinan yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Sebagai umat Islam yang hidup di negeri yang kaya akan budaya dan nilai-nilai keislaman, kita memiliki tanggung jawab untuk menjadikan ajang PON ini sebagai peluang dakwah. Kita dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Qatar saat menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022, di mana mereka mempromosikan Islam sebagai agama yang ramah, santun, dan penuh kedamaian.

Aceh, sebagai daerah yang dikenal dengan sebutan “Serambi Mekkah,” memiliki adat “Pemulia Jamee” yang berarti memuliakan tamu. Nilai-nilai ini bisa kita manfaatkan untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat nasional yang datang dari berbagai penjuru Indonesia bahwa Islam adalah agama yang penuh dengan keramahan dan kasih sayang.

Melalui PON 2024, mari kita tunjukkan kepada seluruh bangsa bahwa Aceh, dengan segala kekayaan budayanya, adalah tempat di mana Islam dipraktikkan dengan damai dan harmonis. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk menyebarkan pesan-pesan Islam yang menyejukkan hati dan mempersatukan umat.

Selain itu, ajang PON ini juga merupakan kesempatan bagi seluruh elemen masyarakat Aceh untuk berkontribusi. Bagi para pedagang UMKM, hotel dan losmen, pelaku usaha kuliner, jasa angkutan, dan berbagai sektor lainnya, PON 2024 bisa menjadi momen untuk meningkatkan perekonomian. Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu dan peserta, kita tidak hanya memajukan usaha kita, tetapi juga turut serta dalam memperkenalkan keindahan Aceh kepada seluruh masyarakat nasional.

Sebagaimana imbauan Wali Kota Banda Aceh dan bagian dari pemerintah provinsi, khatib mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan PON 2024 ini. Mari kita tunjukkan bahwa Aceh adalah tuan rumah yang baik, ramah, dan penuh semangat. Dengan demikian, kita bisa mempromosikan Aceh dan Islam kepada seluruh masyarakat Indonesia yang akan datang.

Mari kita renungkan kembali betapa pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga dalam kehidupan kita. Islam mengajarkan kita untuk selalu menjaga keseimbangan antara kesehatan rohani dan jasmani. Manfaatkan momentum ini searif dan sebijak mungkin, bermanfaat untuk pribadi, keluarga, Banda Aceh dan Aceh pada umumnya. (Ask/*)