News

BMKG Perkirakan Hujan Lebat Guyur 16 Wilayah Hari Ini

33
×

BMKG Perkirakan Hujan Lebat Guyur 16 Wilayah Hari Ini

Sebarkan artikel ini
Pengendara motor melintas di jembatan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7/2026). FOTO/ANTARA

posaceh.com, Jakarta – Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur  hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada hari ini, Selasa (21/7/2026).

Simak daftarnya berikut ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan hingga 21 Juli 2026.

Dalam peringatan tersebut, BMKG menyebut sejumlah wilayah seperti Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan sederet wilayah lain berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.

Tidak ada wilayah yang berstatus Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat pada hari ini. BMKG juga menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Berikut daftar wilayah berpotensi hujan sedang hingga lebat dan angin kencang:

Hujan sedang hingga lebat

* Aceh
* Sumatra Utara
* Sumatra Barat
* Riau
* Kep. Riau
* Jambi
* Sumatra Selatan
* Bengkulu
* Jawa Timur
* Kalimantan Barat
* Kalimantan Tengah
* Kalimantan Timur
* Kalimantan Utara
* Sulawesi Utara
* Sulawesi Tengah
* Sulawesi Selatan

Angin kencang

* Banten
* Jawa Barat
* Jawa Timur
* Maluku Utara
* Nusa Tenggara Timur
* Sulawesi Utara

El Niño menguat, puncak kemarau mendekat

Memasuki dasarian III Juli 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan berada dalam kondisi relatif kering.

BMKG memperkirakan curah hujan kategori rendah mencakup wilayah sekitar 76,54 persen, sementara kategori menengah sebesar 23,36 persen, dan kategori tinggi hanya sekitar 0,09 persen.

“Kondisi kering tersebut terutama terjadi di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta beberapa wilayah Papua,” tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 21-27 Juli 2026.

Kecenderungan rendahnya curah hujan diprediksi masih didukung oleh perkembangan kondisi iklim global.

Nilai mingguan indeks Niño 3.4 saat ini berada pada +1,47, sementara rata-rata berjalan SOI selama 30 hari terakhir tercatat sebesar -29,6.

Indikator ini menunjukkan El Niño masih signifikan dan diprakirakan mencapai kategori kuat pada tahun ini.

Di sisi lain, peluang hujan masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Aktivitas MJO secara spasial diprediksi memasuki wilayah Indonesia bagian selatan.

Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan, sehingga dapat membantu meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah yang dilalui.
Gelombang Kelvin juga diprediksi masih aktif di sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Lebih lanjut, sirkulasi siklonik yang terbentuk di Samudra Pasifik Utara Papua diprakirakan semakin menguat dan menarik massa udara dari wilayah Indonesia bagian barat ke timur, memicu terbentuknya daerah-daerah yang tertutup dan memperlambat angin.

“Dengan suhu muka laut yang masih cukup hangat, potensi pembentukan awan hujan diprediksi meningkat di sebagian wilayah,” kata BMKG.

Dengan demikian, meski pola cuaca kering lebih dominan, hujan dengan intensitas bervariasi masih terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Indonesia.(Muh/*)