Daerah

Sekretaris Komisi II Minta Pasar Lamdingin Dikelola Dengan Profesional

1778
×

Sekretaris Komisi II Minta Pasar Lamdingin Dikelola Dengan Profesional

Sebarkan artikel ini
Ramza Harli, Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh
Ramza Harli, Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh

POSACEH.COM, BANDA ACEH – Sekretaris Komisi II DPRK Banda Aceh Ramza Harli SE meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar pengelolaan pasar terpadu Lamdingin dilakukan secara Profesional, dan meningkatkan pelayanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

“Saya minta pengelolaan pasar ini dilakukan secara professional jangan sampai nantinya jorok dan bau seperti pasar-pasar tradisional yang ada dibeberapa tempat saat ini,” kata Ramza Harli usai meninjau Kesiapan Pasar Samudra Kutaraja Lamdingin, Senin (8/6/2020).

Menurutnya, dengan adanya pasar terpadu ini, bila dikelola dengan baik dan modern tentu masyarakat akan ramai datang berbelanja karena suasananya yang nyaman walaupun lokasinya agak jauh dari pusat kota.

“Bila pasar ini dapat dikelola dengan konsep modern yang bersih dan nyaman kedepannya dibangun fasilitas pendukung lainnya seperti café dan tempat bermain anak karena luas areal mencapai dua hektare sehingga masih dapat dilakukan pengembangan,” tutur Ramza.

Karna itu, Ramza berharap nantinya tidak ada lagi kelompok-kelompok masyarakat yang berkuasa di pasar ini, biarlah pasar ini dikelola oleh UPTD Pasar dibawah Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan dengan system BLUD sehingga kami dari komisi II dapat mengawasinya secara intensif.

“Persiapan pengelolaan harus disusun sejak awal sebelum pasar beroperasi, karena jangan sampai setelah semrawut akhirnya susah untuk dibenahi seperti pengalaman-pengalaman yang sudah terjadi selama ini, kan nantinya repot,” terangnya.

Dengan system pengelolaan yang baik tidak akan terjadi kebocoran PAD dan semuanya masuk ke Kas Daerah. Ramza juga meminta dishub agar menghidupkan trayek jalur transportasi angkutan umum, agar mudah dijangkau oleh masyarakat.

Ramza berharap, terhadap sewa lapak dan kios harus benar-benar diberikan khusus kepada para pedagang, kita tidak ingin ada permainan dalam kepemilikan lapak seperti yang terjadi dibeberapa pasar saat ini. Jangan sampai lapak-lapak tersebut dikuasai oleh sekelompok orang yang akhirnya disewakan lagi ke pedagang dengan harga yang tinggi.

“Kasian para pedagang yang mencari rezeki dengan keuntungan yang pas-pasan harus membayar lapak dengan harga yang tinggi, belum lagi beban biaya operasional pasar lainnya” sebut Ramza.

Untuk itu, Ia akan terus mengevaluasi setiap saat terhadap kepemilikan lapak-lapak dan kios di pasar ini nantinya, sebab ini perlu diawasi guna melindungi kesejahteraan para pedagang.

“Pedagang umumnya berasal dari masyarakat yang hidupnya kesusahan tetapi masih mau berusaha bersusah payah dengan cara berjualan dipasar apabila haknya direbut oleh oknum-oknum tertentu yang mencari kekayaan dari keringat para pedagang di pasar,” ungkap Ramza Harli.

Sebagaimana diketahui lapak yang tersedia saat ini sebanyak 452 dan kios 91 unit. Lapak untuk para pedagang dari pasar peunayong sebanyak 282 meja sudah diberikan semuanya dan digratiskan selama 2 bulan. Sementara sisanya disewakan kepada para pedagang lainnya dengan system online

Sebelumnya, Ia bersama seluruh pimpinan DPRK, Ketua Komisi Aiyub Bukhari dan seluruh anggota Komisi II meninjau Kesiapan Pasar Terpadu Samudra Kutaraja Lamdingin.

Kunjungan lapangan ini dilaksanakan setelah sebelumnya mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan sebagai leading sektor dalam proses relokasi pasar Peunayong ke pasar terpadu di gampong Lamdingin tersebut.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka melihat kesiapan sarana dan prasarana di lokasi pasar tersebut apakah sudah dapat difungsikan semua operasional pasar pada saat menampung seluruh pedagang di pasar Peunayong yang dijadwalkan relokasinya minggu depan ini pada tanggal 15 Juni 2020.

“Secara keseluruhan lapak untuk pasar ikan, pasar daging, pasar unggas, pasar sayur dan bumbu sudah siap semuanya, namun untuk kios-kios sedang dalam finishing pemasangan pintu,” ujar Politisi Partai Gerindra itu.

Masih terdapat beberapa kekurangan lainnya seperti belum terpasangnya paving block di seluruh areal parkir pasar tersebut, kita kuatir pada saat musim hujan akan becek di areal tersebut.

Demikian juga terhadap pembuangan akhir limbah masih belum disiapkan, ini yang sangat kita kuatirkan jangan sampai nantinya menimbulkan bau yang tidak sedap dipasar tersebut.