Banghas

Sayap Baiturrahman Di Tepi Samudera

4352
×

Sayap Baiturrahman Di Tepi Samudera

Sebarkan artikel ini
Masjid Baiturrahim Ulee Lheuh, 2004 (foto: bujangmasjid)
Masjid Baiturrahim Ulee Lheuh, 2004 (foto: bujangmasjid)

Baiturrahim adalah keajaiban dunia, bangunan yang membuat dunia heboh ketika tsunami. Terletak di tepian lautan namun tetap kokoh berdiri megah.

Banda Aceh luluh lantak usai digulung gelombang tsunami 26 Desember 2004. Kawasan bersejarah pesisir pantai Ulee Lheu, Kecamatan Meuraxa Banda Aceh ini di antara lokasi terparah di Aceh (zero point tsunami). Seluruh permukiman rata dengan tanah.

Berapa jarak laut dengan bangunan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue ini? Sangat dekat, tidak lebih 300 meter jarak antara bangunan masjid dengan bibir pantai “Teluk Aceh” di gerbang Samudera Hindia ini.

Saat itu, Masjid Baiturrahim Ulee Lheue menjadi satu-satunya bangunan yang nyaris utuh dalam gelombang besar Tsunami 2004. Sementara bangunan sekitarnya yang masuk perkampungan tua Ulee Lheue luluh lantak hampir tak tersisa.

Masjid Baiturrahim Ulee Lheuh, Sekarang, Selasa (9/6/2020) (foto: hasnandaputra)
Masjid Baiturrahim Ulee Lheuh, Sekarang, Selasa (9/6/2020) (foto: hasnandaputra)

Begitupun dengan tongkang PLTD Apung, kala itu berada di sisi pelabuhan dengan berat sekitar 200 ton saja terseret hampir empat kilometer hingga ke Punge Blang Cut di tengah kota.

Baiturrahim telah melalui banyak masa di setiap zamannya. Masjid ini pertama sekali dibangun pada 1922, material permanen oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan gaya arsitektur Eropa. Melansir wikipedia, disebutkan juga sebagian bangunan di belakang adalah renovasi di tahun 1983, sedangkan bagian depan adalah bangunan asli 1922. Bangunan masjid ini tidak menggunakan material besi atau tulang penyangga melainkan hanya susunan batu bata dan semen saja.

Baiturrahim walaupun dibangun masa Belanda, namun menggabungkan arsitektur mirip Andalusia Eropa dengan model masjid kuno Aceh.

Arsitektur Masjid Baiturrahim memiliki corak khas yang memperkaya khasanah model-model masjid di Aceh.

Setelah tsunami, kini jarak antara bangunan masjid dengan bibir pantai sudah sangat dekat, menurut penuturan warga jaraknya tidak lebih dari 150 meter saja.

Setiap waktu masjid ini terus dikunjungi warga, keindahan arsitektur dan posisinya yang strategis di ujung barat daratan Sumatera menjadi primadona kunjungan. Sebuah maha karya arsitektur masjid yang membanggakan.

Bila Baiturrahman berada di pusat kota, maka Baiturrahim terletak di tepi lautan yang menghadap kedua samudera. Beberapa literatur menyebut posisi lautan itu bagian dari Teluk Aceh tempat berlabuh banyak kapal dagang dunia ketika mengunjungi Bandar Aceh Darussalam.

Baiturrahman dan Baiturrahim telah melalui banyak momentum zaman, keduanya ibarat satu tubuh, saling melengkapi dan pernah berbagi di masanya.

Begitulah, sayap Masjid Raya ini terus saja menjadi pesona yang memukau sepanjang zaman. (Hasnanda Putra)