Daerah

Sekda BJ Apresiasi Kehadiran SMSI Aceh Besar

24
Suasana audiensi pengurus SMSI Aceh Besar dengan Sekda Aceh Besar Bahrul Jamil, SSos MSi, di ruang kerjanya, Kota Jantho, Aceh Besar, Selasa (15/9/2026). FOTO/ SMSI ACEH BESAR

posaceh.com, Kota Jantho – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, mengapresiasi kehadiran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Besar. Ia menilai organisasi perusahaan media tersebut dapat memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan insan pers.

Bahrul Jami yang akrab disapa BJ mengatakan, media memiliki posisi penting di tengah derasnya arus informasi. Selain menyampaikan berita, media juga berperan membantu masyarakat memahami kebijakan, program pembangunan, dan pelayanan yang dijalankan pemerintah daerah.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pemerintah tentu membutuhkan media sebagai mitra untuk menyampaikan berbagai program dan kegiatan pembangunan kepada publik,” ujarnya, saat menerima audiensi Pengurus SMSI Aceh Besar di ruang kerja Sekdakab Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan media perlu terus dibangun. Kehadiran SMSI Aceh Besar diharapkan ikut mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Ia juga menekankan bahwa hubungan pemerintah dengan media tidak harus selalu berjalan dalam satu pandangan. Kritik dan masukan dari media tetap dibutuhkan sebagai bagian dari kontrol sosial dan evaluasi terhadap kinerja pemerintah.

“Dengan adanya SMSI di Aceh Besar, kita berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan perusahaan media semakin baik. Kritik dan masukan dari media juga penting sebagai bagian dari kontrol sosial dan evaluasi terhadap pemerintah,” katanya.

Ketua SMSI Aceh Besar, Zulfikar, menyambut positif dukungan tersebut. Ia mengatakan SMSI berkomitmen membangun kemitraan yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sekda yang telah menyambut baik kehadiran SMSI Aceh Besar. Kami siap bersinergi dan ikut mendukung pembangunan melalui penyebarluasan informasi yang positif, edukatif, dan mencerdaskan masyarakat,” ungkap Zulfikar.

Namun, Zulfikar menegaskan kemitraan dengan pemerintah tidak akan menghilangkan fungsi kontrol media. Pers tetap memiliki tanggung jawab menyajikan informasi yang benar, berimbang, independen, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Media harus menjadi mitra yang kritis dan konstruktif. Kami siap mendukung program pemerintah yang berpihak kepada masyarakat, sekaligus tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional,” sebutnya.

Dalam audiensi tersebut, Zulfikar didampingi Sekretaris SMSI Aceh Besar Sadhali, Wakil Bendahara Nazarullah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Syahril Ahmad, serta Seksi Organisasi Silvi Agustina.

SMSI Aceh Besar dijadwalkan melaksanakan pelantikan pengurus masa bakti 2026–2029 pada pertengahan Oktober 2026. Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas kemitraan dengan pemerintah daerah, Forkopimda, dunia usaha, serta elemen masyarakat.

Zulfikar menegaskan, kemitraan dengan pemerintah bukan berarti menjadikan media sebagai corong pemerintah. Menurutnya, hubungan yang sehat harus dibangun melalui komunikasi terbuka dengan tetap menghormati independensi pers dan fungsi kontrol sosial.

“Pemerintah memiliki ruang untuk menyampaikan kebijakan dan pembangunan, sementara media memiliki tanggung jawab mengolah dan menyampaikan informasi secara independen. Keduanya dapat bersinergi untuk menghadirkan informasi yang terbuka, mencerdaskan, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(Why/*)

Exit mobile version