Daerah

Banjir Masih Ganggu Akses Desa Badak, Longsor Blangkejeren-Kutacane Teratasi

23
FOTO/Pusdalops-PB BPBD Gayo Lues

posaceh.com, Blangkejeren : Banjir yang terjadi di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, masih mengganggu akses masyarakat hingga Senin (14/9/2026) sore.

Ketinggian air di jalan menuju Desa Badak mencapai sekitar kurang lebih satu meter atau di atas lutut orang dewasa, disertai material lumpur yang cukup tebal.

Berdasarkan laporan update Pusdalops PB BPBD Kabupaten Gayo Lues pukul Senin sore 17.05 WIB, kondisi tersebut menyebabkan kendaraan roda empat belum dapat melintas karena sejumlah kendaraan dilaporkan terperosok ke lumpur.

Banjir terjadi setelah hujan yang berlangsung sejak Minggu sore, 13 September 2026, menyebabkan tanggul di Desa Rigeb jebol sekitar pukul 01.00 WIB. Air kemudian masuk ke sejumlah rumah warga di kawasan tersebut.

Selain akses menuju Desa Badak, Jembatan Badak Uken juga belum dapat dilalui. Jembatan tertutup material banjir berupa batang pohon, kayu, lumpur dan material lainnya akibat kuatnya arus.

Sementara itu, kondisi di ruas jalan lintasan Blangkejeren–Kutacane menunjukkan perkembangan. Dua titik longsoran di kawasan Tetumpun, Kecamatan Putri Betung, saat ini sudah dapat dilalui.

BPBD Gayo Lues tetap berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk PPK BPJN, untuk penanganan material longsoran. Di lokasi banjir, Tim Reaksi Cepat BPBD bersama TNI/Polri, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan masyarakat terus melakukan pembersihan material lumpur di permukiman warga.

Hingga laporan diperbarui, tidak terdapat korban jiwa. Warga yang terdampak banjir sementara ditampung di hunian kerabat.

Personel Pusdalops PB dan TRC BPBD Kabupaten Gayo Lues masih melakukan pemantauan dan bersiaga selama 24 jam untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.(Muh/*)

Exit mobile version