Internasional

Saat Zionis Rangkul Sayap Kanan Prancis dan Kalah di Pemilu

1124
×

Saat Zionis Rangkul Sayap Kanan Prancis dan Kalah di Pemilu

Sebarkan artikel ini

posaceh.com, PARIS – Pemilu Prancis menguak tindakan para Zionis merangkul kelompok yang terang-terangan benci dengan bangsa Yahudi ketimbang harus berkubu dengan mereka yang pro-Palestina. Bagaimanapun, keberhasilan koalisi sayap kiri yang dipimpin Insoumise La France mengejutkan komunitas Yahudi di Prancis dan pihak-pihak di Israel.

Harapan mereka bahwa kelompok sayap kanan akan memenangkan pemilu dan membela Israel dikandaskan dalam pemilihan tahap kedua pada Ahad (7/7/2024). Media Yahudi Forward melansir, kelompok sayap kanan sedianya musuh lama Yahudi Prancis.

Pendiri gerakan itu, Jean-Marie Le Pen, telah berulang kali dihukum karena ujaran kebencian dan penyangkalan Holocaust. Sedangkan pendiri lainnya, Pierre Bousequet sempat bertugas di Waffen-SS Partai Nazi saat Jerman menguasai Prancis. Kandidat National Rally dalam pemilu ini juga kedapatan melakukan tindakan yang jelas-jelas antisemit seperti mengenakan yarmulk bergambar swastika.

Pembawa panji terkini sayap kanan Prancis, Marie Le Pen, yang merupakan putri Jean-Marine, mencoba mengobati citra partainya. Ia mendekati kelompok Zionis di Prancis dan pelan-pelan mengubah citra antisemit partainya dengan lebih terfokus menargetkan umat Islam dan imigran di Prancis.

Kemudian terjadilah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang dibalas dengan perang genosida Israel di Jalur Gaza. Beberapa politisi sayap kiri menolak untuk secara eksplisit mengutuk serangan Hamas terhadap Israel. Le Pen, sementara itu, mengecam serangan Hamas, dan mendorong posisi pro-Israel.

CRIF, organisasi payung Yahudi Perancis, kemudian mendesak komunitas tersebut untuk menolak kelompok sayap kanan dan sayap kiri. Namun menjelang pemungutan suara hari Minggu, ketika dihadapkan dengan kebangkitan Insoumise La France, beberapa suara terkemuka Yahudi menyerukan masyarakat untuk memilih partai Le Pen.

Salah satu ekspresi dukungan yang mencolok terhadap National Rally datang dari Serge Klarsfeld, seorang penyintas Holocaust Perancis yang terkenal karena memburu penjahat Nazi dan mendesak agar mereka diadili.