posaceh.com, Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa didukung dokter konsultan Gastro Entero Hepatologi (KGEH) terpercaya yang ahli di bidangnya, memberikan layanan endoskopi yang maksimal bagi pasien yang berobat ke RSUD Meuraxa. Layanan endoskopi sendiri sudah lama ada di RSUD Meuraxa.
Penanggung jawab layanan endoskopi saluran cerna dr. Libya Husen, SpPD, K-GEH mengatakan, layanan endoskopi merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan endoscop, yaitu alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada ujung selang untuk melihat organ saluran cerna . Prosedur ini memungkinkan dokter mendeteksi masalah kesehatan di dalam tubuh sekaligus mengobati masalah tersebut dengan lebih tepat.
“Jadi endoskopi merupakan tindakan medis dengan cara melihat dari dalam, sesuai dengan kata endoskopi itu sendiri,” kata dr. Libya di Ruang Kerjanya, Jumat (10/6/2022).
Beliau menjelaskan layanan endoskopi terdiri dua prosedur. Prosedur pertama disebut dengan upper endoskopi (endoskopi bagian atas; mulai dari esofagus sd usus dua belas jari dan prosedur kedua yaitu lower endoskopi untuk menilai anus sampai dengan ujung usus besar. Layanan ini selain untuk menilai saluran cerna secara obyektif, karena dapat dilihat kondisi saluran cerna secara nyata juga dapat sebagai tindakan therapeutik ( pengobatan), seperti kasus perdarahan saluran cerna misalnya, perdarahan dapat dihentikan dengan tindakan endoskopi ini jelasnya.
Umumnya, endoskopi hanya membutuhkan waktu sekitar 15–60 menit, tergantung jenis prosedur tindakan (prosedur endoskopi saluran cerna atas atau saluran cerna bagian bawah) dan keadaan pasien yang akan dilakukan tindakan.
Pada umumnya, jika pasien stabil dan kondisi pasien baik, prosedur tindakan tidak memerlukan rawat inap dan dapat segera pulang setelah selesai menjalani endoskopi, sebaliknya jika kondisi pasien berat apalagi sedang perdarahan tentulah pasien memerlukan fasilitas rawat inap.
“Jadi, Endoskopi bukan hanya sebagai prosedur tindakan untuk diagnosa penyakit saja, tapi juga bisa digunakan untuk mengobati hal lain terkait saluran cerna ,” terangnya.
dr. Libya berharap, mudah-mudahan pasien dengan keluhan saluran cerna tidak perlu takut dengan teknik endoskopi.
“Karena insya Allah justeru endoskopi mengobati penyakit pada titik sasaran,” ujar dr. Libya.
Terkait dengan resiko, dr. Libya mengucapkan, semua tindakan pengobatan memiliki resiko. “Karenanya apapun yang akan kita lakukan harus mempertimbangkan tingkat manfaat dan mudharat dari prosedur tindakan yang akan kita lakukan,” pungkasnya. (Muiz)
